Menu
Sign in
@ Contact
Search
Batu bara. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono

Batu bara. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono

Harga Batu Bara Melandai, Tapi Tetap Bullish

Jumat, 30 September 2022 | 11:17 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara melandai pada perdagangan Kamis (30/9/2022). Meski demikian, harga batu bara tetap dalam tren bullish.

Harga batu bara Newcastle pada penutupan Kamis (29/9/2022), kontrak pengiriman September 2022 turun 0,06% menjadi US$ 435,75 per ton. Kontrak pengiriman Oktober 2022 jatuh 2,5% menjadi US$ 409,25 per ton.

Baca juga: Alami Kenaikan, Cadangan Batu Bara Bayan Resources (BYAN) Capai 2,03 Juta Ton

Sementara itu, kontrak pengiriman Desember 2022 terkoreksi 1,62% menjadi US$ 417,15 per ton. Sedangkan harga batu bara Rotterdam pengiriman September 2022 terdongkrak 3,16% menjadi US$ 314,9 per ton. Kontrak pengiriman November naik 3,28% menjadi US$ 311,9 per ton.  

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pergerakan harga batu bara saat ini terpantau bergerak melandai, namun masih berada dalam tren bullish. Untuk sentimen penggerak utamanya adalah sinyal perlambatan ekonomi di Tiongkok, komitmen pemerintah Queensland untuk mengakhiri ketergantungan batu bara pada 2035 dan potensi peningkatan permintaan dari Uni Eropa.

Baca juga: India Turunkan Kapasitas PLTU Batu Bara di 2030

“Besar kemungkinan bagi harga batu bara bertahan di atas US$ 400 per ton. Terlebih dengan adanya potensi peningkatan permintaan dari Uni Eropa saat dimulainya embargo minyak Rusia pada bulan Desember nanti,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, Jumat (30/9/2022).

Yoga memprediksi, pada akhir tahun harga batu bara berpotensi menyentuh level tertinggi, menembus resistance di harga US$ 480 - 500 per ton. Efek dari embargo Eropa terhadap minyak Rusia adalah mau tidak mau Eropa harus mencari pasokan energi alternatif, termasuk batu bara, terlebih saat penerapan embargo tersebut bertepatan dengan memasuki musim dingin, yang biasanya membuat permintaan energi melonjak.

Baca juga: HT: Batu Bara akan Menjadi Bisnis Utama MNC

“Jika tidak ada intervensi pasar, maka harga batu bara pada tahun depan berpotensi bertahan di atas level US$ 500 per ton,” tambah Yoga.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com