Menu
Sign in
@ Contact
Search
Motor listrik Volta. (Sumber: Volta)

Motor listrik Volta. (Sumber: Volta)

Motor Listrik Setrum Kinerja M Cash (MCAS), Sahamnya Bisa Melaju 50%

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 19:34 WIB
Ely Rahmawati (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) menerapkan strategi untuk memperbesar investasi berkelanjutan pada penjualan produk digital dan ekosistem kendaraan listrik (electrical vehicle/EV) Volta. Selain itu, M Cash memperkuat kemampuan audiovisual V2 untuk menciptakan pendapatan.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dan Muhammad Naufal Yunas mengungkapkan, M Cash tengah memainkan strategi investasi untuk mendorong pertumbuhan kinerja keuangan tahun ini. “Daya tarik M Cash membuat pemegang saham menambah kepemilikan di anak usaha M Cash, yaitu PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) dan PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX),” ungkap Niko dan Naufal dalam risetnya.

Baca juga: Volta, Anak Usaha NFC (NFCX) Patok Harga Motor Listrik Mulai Dari Rp 12,75 Juta

Hingga semester I-2022, M Cash mencatat pendapatan stabil Rp 6,3 triliun, dengan pendapatan EV, V2, dan grosir digital menunjukkan traksi yang kokoh mengimbangi kekurangan produk digital.

Pendapatan dan laba kotor emiten berkode saham MCAS tersebut setara dengan 37,6% dan 35,8% dari proyeksi sepanjang 2022. “Ini sesuai dengan tren yang terjadi di industri telekomunikasi digital dan kami mengaitkan ini sebagian besar karena musim. Laba operasional dan laba bersih sebesar 18,7% dan 11,2% dari setahun penuh 2022,” sebut para analis tersebut.

Baca juga: Pemerintah Bahas Skema Insentif Kendaraan Listrik, Begini Dampaknya bagi M Cash (MCAS)

Adapun ekosistem MCAS berkembang semakin menarik. Setelah Inficom membeli 11,4% saham MCAS pada akhir April 2022, Bank of Singapore menambahkan saham secara langsung di MCAS, sementara membeli 5,92% saham secara langsung di NFCX, menyusul peningkatan eksposur pada bisnis EV yang menjanjikan.

MCAS kini fokus mendorong ekosistem kendaraan listrik. Perseroan melalui NFCX sudah menyediakan sepeda motor listrik Volta EV 2 dan roda tiga, dengan penjualan 2.500 unit yang sebagian besar ke SiCepat dengan pesanan yang beredar 7.500 unit. Selain itu, NFCX juga telah mengerahkan 200 stasiun pertukaran baterai, dimana 180 sudah terhubung dengan listrik dari target tahun ini sebanyak 250 stasiun.

Baca juga: Kata Bos Indika (INDY) dan Foxconn soal Kongsi Bisnis Mobil Listrik

“NFCX-MCAS bekerja sama dengan PLN untuk menyediakan lebih banyak sambungan listrik dan mendorong ekosistem baterai EV sesuai standar Volta. Hal ini menjadi kompetitif bagi NFCX menyediakan pengisi daya baterai EV gratis,” jelas Niko dan Naufal.

Dengan berbagai faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham MCAS dengan target harga Rp 17.800. Pada perdagangan Jumat (30/9/2022), MCAS ditutup terkoreksi Rp 200 (1,7%) ke level Rp 11.400. Alhasil, MCAS berpotensi memberikan cuan yang besar hingga 50% lebih.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com