Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Pengunjung melihat pergerakan harga saham di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Pilarmas: IHSG Melemah, Saham-Saham Ini Bakal Cuan Loh!

Senin, 3 Okt 2022 | 08:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi melemah terbatas pada Senin (3/10/2022). IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak dengan rentang 6.947-7.099. Saat IHSG melemah, Saham-saham ini bakal cuan, diantaranya TLKM dan WIFI.

Pada perdagangan Jumat (30/9/2022) IHSG ditutup menguat sebesar 4 poin (0,07%) ke level 7.040. Sektor Kesehatan, energi, keuangan bergerak positif dan mendominasi kenaikan IHSG.

Baca juga: Phintraco Sekuritas: IHSG Rebound, Perhatikan Saham Komoditas dan Perbankan

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, saat ini, tampaknya situasi dan kondisi akan kembali memburuk sebelum semuanya membaik. Berbagai tekanan mungkin akan datang silih berganti sebelum pada akhirnya berada di garis terakhir, dan pemulihan pun akan terjadi. Perekonomian dunia saat ini telah memberikan sebuah tanda, dimana pelemahan akan terjadi lebih cepat.

Advertisement

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, pelemahan ini lebih disebabkan karena para pembuat kebijakan moneter yang bertindak aggresive sehingga mendorong kemungkinan resesi global terjadi lebih cepat. Belum lagi ada kisah gejolak dari Inggris yang meningkat akibat adanya rencana pemotongan pajak yang mendorong inflasi akan terjadi lebih tinggi.

“Tidak hanya itu saja, invasi Rusia terhadap Ukraina, juga kian mengkhawatirkan, dimana Rusia mengklaim 4 daerah Ukraina atau 15% dari wilayah Ukraina untuk menjadi bagian dari Rusia,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ristenya, Senin (3/10/2022).

Baca juga: Artha Sekuritas: IHSG Menguat, Pantau Tujuh Saham Pilihan Bakal Melesat Hari Ini

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, berbagai kebijakan diberlakukan untuk menstimulus perekonomian di masa pandemi seperti aturan wajib parkir devisa di dalam negeri yang direlaksasi BI. Namun, relaksasi tersebut resmi dicabut dan berlaku sanksi apabila eksportir tidak menyimpan Devisa Hasil Ekspor (DHE) di dalam negeri baik untuk kelompok Sumber Daya Alam (SDA) maupun Non Sumber Daya Alam (Non-SDA). Sanksi tersebut berupa penangguhan ekspor untuk eksportir Non-SDA yang melanggar dan bagi SDA adanya penyampaian hasil pengawasan BI.

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, menanggapi aturan tersebut, para eksportir pun meminta insentif seperti penjaminan selisih kurs dan penggunaan kurs tengah BI. Aturan tersebut dipandang berpotensi memperbaiki tren cadangan devisa yang saat ini dalam kecenderungan menurun drastis, meningkatkan pasokan dan likuiditas dollar di mana turut memungkinkan munculnya masalah baru bagi perbankan dalam negeri, yakni peralihan ke bank asing untuk pemenuhan permintaan dollar terutama bagi perusahaan yang perlu bahan baku impor.

Namun, Pilarmas Investindo Sekuritas lihat dengan pengembangan infrastruktur trans-jawa berpotensi mengefisiensikan biaya logistik. Seiring dengan commodity boom yang terjadi tahun ini, memang industri transportasi & logistic mengalami kenaikan permintaan di mana ikut mempengaruhi kinerja keuangannya di semester I-2022. Pemain di industry transportasi & logistic yang kami lihat memiliki brand name yang baik dan dikuti oleh kapitalisasi pasar yang besar yaitu Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) dan Temas Line Tbk. (TMAS).

Baca juga: Yugen: IHSG Menguat, HMSP Hingga KLBF Masuk Menu Saham Pilihan Awal Pekan

Sepanjang semester I lalu, SMDR mampu membukukan margin keuntungan sebesar 21% dan TMAS sebesar 28%. Sementara, pertumbuhan pendapatan kedua emiten masing-masing sebesar 106% dan 51%. Demikian halnya dengan bottom line mengalami kenaikan sebesar 402% dan 110% untuk laba bersihnya. Namun kalau dilihat dari sisi ROE mengalami kenaikan sebesar 0,46x dan 0,61x. Disimpulkan memang dari sisi margin keuntungan TMAS mengalami kenaikan margin keuntungan, namun dari sisi pendapatan dan laba bersihnya mengalami lonjakan yang mencerminkan kenaikan permintaan secara tahunan.

“Sebaliknya, dari sisi ROE TMAS lebih unggul daripada SMDR. Dari sisi P/E pun, SMDR lebih menarik atau lebih murah sehingga potensi upside-nya lebih tinggi yakni SMDR memiliki P/E sebesar 2.58x dan TMAS sebesar 9.30x,” papar Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham-saham bakal cuan di awal pekan ini. Saham-saham tersebut adalah TLKM, POWR, PGAS, BMRI, WIFI.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com