Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bayangan kaki karyawan saat melintas di depan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Beritasatu Photo/Uthan AR)

Bayangan kaki karyawan saat melintas di depan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Beritasatu Photo/Uthan AR)

IHSG Sepekan Diprediksi Bergerak Mix to Higher

Senin, 3 Oktober 2022 | 11:18 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – IHSG sepekan ke depan diprediksi bergerak mix to higher pada rentang support 6.981-6927 dan resistance 7.103-7.157. Pergerakan IHSG pekan ini secara tidak langsung akan turut dipengaruhi pengumuman tingkat inflasi Indonesia yang diproyeksikan terkerek oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Menurut analisis saya berdasarkan chart semestinya terdapat peluang untuk mixed to higher selama breakdown from the major up trendline is not valid,” terang Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta Utama kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.

Sebagai salah satu indikator ekonomi dalam negeri, Nafan optimistis data S&P Global Indonesia Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) September 2022 masih menunjukkan kinerja ekspansi. Sementara itu, tingkat inflasi yang diprediksi naik sebagai efek domino harga BBM, diprediksi tak akan terlalu besar memakan IHSG, selama masih sesuai proyeksi konsensus ekonom.

“Ekonomi kita kalau dibandingkan negara-negara maju, masih termasuk stabil dan inflasi rendah,” tegas Nafan.

Baca juga: Minyak Stabil Didukung Isyarat OPEC+ Lakukan Pemangkasan Terbesar Sejak Pandemi

Dihubungi secara terpisah, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto memperkirakan, tingkat inflasi Indonesia pada September 2022 akan menyentuh 6,25% (yoy). Hal ini disebabkan kenaikan harga BBM, kenaikan ongkos transportasi, dan kenaikan harga pangan.

Sebagai salah satu efek kenaikan tingkat inflasi, Nafan memperkirakan aksi jual (nett sell) dari investor asing pada pasar saham BEI masih akan terjadi. Hanya saja, bila pergerakan IHSG pekan ini benar mengalami mix to higher, ia optimistis net foreign sell akan berkurang.

“Kalau IHSG secara teknikal mengalami break out, berarti mix to higher menjadi tidak valid. Otomatis potensi nett foreign sell ke depan juga masih berlanjut. Jadi tergantung bagaimana market kita merespons berbagai sentimen terutama dari eksternal dan kinerja indikator ekonomi global,” jelas dia.

Baca juga: Emas Bergerak Positif Imbas Gejolak Politik Rusia-Ukraina

Sepanjang pekan ini, Nafan merekomendasikan saham CPIN dan JPFA dari IDX Bahan Baku, kemudian BBRI, BBNI, BMRI, BBCA dari IDX Keuangan. Selanjutnya dari IDX Kesehatan, industri, dan infrastruktur, saham yang direkomendasikan masing-masing adalah KLBF, ASII, TLKM, dan TOWR.

Khusus IDX Energi, Mirae Asset Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham ADRO, ANTM, ELSA, INCO, MEDC, PTBA, PGAS untuk dikoleksi pekan ini. “Di tengah depresiasi rupiah, kinerja emiten berbasis ekspor semestinya mendapatkan benefit dari kenaikan harga komoditas, khususnya batu bara. Rata-rata laporan keuangan emiten tersebut berdenominasi dolar AS,” ucap Nafan.

Di pihak lain analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana secara garis besar memperkirakan IHSG masih rawan terkoreksi pekan ini karena saat ini sedang berada pada fase bearish. Untuk sepekan posisi IHSG pun masih rawan terkoreksi, meskipun menguat akan relatif cukup terbatas.

Baca juga: DI Tengah Ketidakpastian, Pasar Modal Indonesia Tetap Menarik 

“Untuk resistance dapat dicermati 7.135-7.252 dan support di 6.858-6.926,” sebut Didit.

Ia menjelaskan, sentimen yang memengaruhi IHSG masih relatif sama, antara lain ancaman resesi global dengan tingkat inflasi yang masih cukup tinggi. Sehingga masih ada peluang untuk bank sentral berbagai negara menaikkan kembali suku bunga acuannya. Di sisi lain harga komoditas energi dan bahan baku pangan juga dinilai masih cukup tinggi.

“Pada pekan depan juga akan ada rilis data inflasi Indonesia yang diperkirakan meningkat kembali yang nampaknya akan kembali menekan IHSG dan ada rilis data cadangan devisa,” sambung Herditya.

Baca juga:  Jumlah Aset Berubah US$ 50,1 Juta di Laporan Keuangan, Ini Penjelasan MNC Energy (IATA)

MNC Sekuritas mencermati, emiten-emiten yang diburu asing dalam sepekan kemarin seperti UNVR, GGRM, dan MIKA dapat menjadi cermatan para pelaku pasar selama sepekan ke depan. Dengan target harga masing-masing, UNVR Rp 5.000-5.130, GGRM Rp 24.000-25.000, dan MIKA Rp 3.000-3.050.

Sementara itu, Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, bila pergerakan IHSG diasumsikan cukup kuat maka sepekan ke depan diharapkan mendekati target resistance 7.150-7.180. Pada saat yang sama, level support yang harus ditahan IHSG adalah 6.880-6.900.

“Di akhir sesi penutupan jumat ternyata bisa naik tipis sehingga masih bisa bertahan di atas level 7.000. Bertahannya IHSG diharapkan bisa menjadi fondasi yang cukup kuat untuk bisa kembali melanjutkan kenaikan jangka pendeknya,” jelas Sekretaris Jenderal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) tersebut.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com