Menu
Sign in
@ Contact
Search
Tower Sarana Menara Nusantara (TOWR).

Tower Sarana Menara Nusantara (TOWR).

Emiten Grup Djarum (TOWR) Tuntaskan Akuisisi Aset Fiber Optik Rp 800 Miliar

Senin, 3 Oktober 2022 | 20:39 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Emiten menara telekomunikasi Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya, PT BIT Teknologi Nusantara (BIT), menuntaskan transaksi jual beli fiber optik dengan PT Alita Praya Mitra (Alita) senilai Rp 800 miliar.

Sekretaris Perusahaan Monalisa Irawan menyampaikan bahwa perseroan telah menyelesaikan perjanjian pengikatan jual beli fiber optik menyusul ditandatanganinya Akta Jual Beli (AJB) aset nomor 252 pada 30 September lalu.

“Berdasarkan AJB, BIT telah membeli aset fiber optik milik Alita dengan nilai transaksi setelah melakukan penyesuaian sebesar Rp 800 miliar,” jelas Monalisa dalam keterangan tertulis, Senin (3/10/2022).

Baca juga: Perusahaan Menara Milik Grup Djarum (TOWR) Solid, Target Harga Saham Masih Lebar

Monalisa menambahkan bahwa transaksi antara perseroan dan Alita terjadi sejak kedua pihak menandatangani perjanjian pengikatan jual beli aset fiber optik pada 4 Agustus 2022. Di samping melangsungkan transaksi jual beli fiber optik, pada saat itu diteken pula perjanjian jaminan perusahaan oleh anak usaha TOWR yang lain, yaitu PT iForte Solusi Infotek (Iforte), sebuah perusahaan yang menjalankan bisnis fiber optik dan konektivitas.

Dalam hal ini, iForte memberikan jaminan kepada Alita atas pelaksanaan dari semua kewajiban BIT berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli.

Seiring dengan tuntasnya transaksi jual beli antara BIT dan Akita pada 30 September 2022, transaksi tersebut tidak memiliki benturan kepentingan karena bukanlah transaksi afiliasi dan material.

Baca juga: Jadi Penghuni Baru IDX ESG Leaders, Ini Maknanya bagi Mitratel (MTEL)

“Informasi atau fakta material yang diungkapkan tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” jelas Monalisa.

Sepanjang semester I-2022, Sarana Menara membukukan pendapatan Rp 5,32 triliun, naik 34% dari periode sama tahun lalu Rp 3,97 triliun. Beban pokok pendapatan perseroan juga naik menjadi Rp 1,44 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,08 triliun. Kemudian dari sisi laba bruto melonjak jadi Rp 3,87 triliun dari sebelumnya Rp 2,88 triliun.

Sementara dari sisi laba usaha, perseroan membukukan sebanyak Rp 3,22 triliun pada semester I-2022 atau lebih tinggi dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,54 triliun. Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan berjumlah Rp 2,033 triliun, naik tipis dari semester I-2021 sebesar Rp 2,028 triliun.

Baca juga: Tower Bersama (TBIG) Laba Bersihnya Meningkat 24,5%

Kenaikan itu dipicu biaya keuangan perseroan yang naik menjadi Rp 1,21 triliun. Padahal, pada semester I-2021 angkanya Rp 522,05 miliar. Adapun laba periode berjalan Sarana Menara pada semester I-2022 sebesar Rp 1,7 triliun, naik tipis dibanding semester I-2021.

Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 1,69 triliun pada semester pertama 2022, tumbuh sedikit dari semester I-2021 yang berjumlah Rp 1,68 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com