Menu
Sign in
@ Contact
Search
Produksi timah PT Timah Tbk (TINS). (Foto: Perseroan)

Produksi timah PT Timah Tbk (TINS). (Foto: Perseroan)

Bukit Asam (PTBA) dan Inalum Borong MTN Timah (TINS)

Rabu, 5 Oktober 2022 | 22:12 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Timah Tbk (TINS) menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) senilai Rp 626 miliar untuk melunasi sebagian utang obligasi yang jatuh tempo. MTN I tersebut dibeli oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

"Pada 5 Oktober 2022, Timah mendistribusikan Medium Term Notes yang diterbitkan berdasarkan Akta Perjanjian Penerbitan Medium Term Notes I PT Timah Tbk Tahun 2022 No 51 tanggal 30 September 2022," kata Corporate Secretary Timah Abdullah Umar dalam keterangan tertulis, Rabu (5/10/2022).

Baca juga: Hadapi Penurunan Harga Timah, Begini Prospek Saham TINS

Abdullah menjelaskan, MTN tersebut diterbitkan kepada Bukit Asam dan Inalum yang merupakan pihak terafiliasi Timah, karena adanya pengendali yang sama, yaitu Negara Republik Indonesia.

"Jumlah penerbitan medium term notes ini sebesar Rp 626 miliar dengan jangka waktu paling lama tiga tahun. Pelaksanaan penerbitan MTN melalui mekanisme penawaran terbatas," ungkap dia.

Manajemen Timah mengungkapkan, latar belakang penerbitan MTN tersebut adalah penurunan harga logam timah secara signifikan pada kuartal III-2022 yang memengaruhi cashflow operasional perseroan yang diproyeksikan mengalami defisit pada semester II-2022. Perseroan mempunyai kewajiban pelunasan pokok obligasi dan sukuk ijarah sebesar Rp 744 miliar pada 28 September 2022.

Baca juga: Timah (TINS) Laba Bersihnya Naik 301%

Mempertimbangkan hal tersebut, untuk pelunasan sebagian utang yaitu obligasi berkelanjutan I Timah tahap I tahun 2017 seri B, TINS akan menerbitkan efek bersifat utang dengan penawaran terbatas agar saldo kas dan setara kas Timah berada pada besaran yang sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan," jelas manajemen TINS.

Timah menerbitkan MTN I PT Timah Tbk Tahun 2022 senilai Rp 626 miliar, yang bertenor tiga tahun . Surat utang tersebut mendapat peringkat idA atau single A dengan tingkat kupon 7,2% per tahun. Surat utang itu diterbitkan pada 5 Oktober 2022 tanpa jaminan khusus, dan tidak dicatatkan di bursa efek manapun. Bertindak sebagai agen pemantau adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Baca juga: Progres Pengembangan Smelter Sesuai Perkiraan, Saham Vale (INCO) Direvisi Naik

Dalam keterbukaan informasi kepada BEI pada 16 September lalu, Abdullah Umar telah menyatakan kesiapan Timah untuk membayar bunga dan melunasi pokok Obligasi dan Sukuk Ijarah yang jatuh tempo pada 28 September 2022.

Surat utang yang jatuh tempo adalah Obligasi Berkelanjutan I Timah Tahap 1 Tahun 2017 Seri B senilai Rp 626 miliar dan bunga gross obligasi Rp 13,69 miliar, serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Timah Tahap I Tahun 2017 Seri B senilai Rp 118 miliar dan bunga gross obligasi Rp 2,58 miliar. Sehingga, surat utang yang jatuh tempo senilai Rp 744 miliar dan bunga gross obligasi senilai Rp 16,27 miliar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com