Menu
Sign in
@ Contact
Search
dolar
sumber: Antara

dolar sumber: Antara

Dolar Menguat di Tengah Dugaan Intervensi BoJ, Poundsterling Berfluktuasi

Selasa, 25 Okt 2022 | 07:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id - Dolar AS naik tipis pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Meskipun ada dugaan intervensi valuta asing lagi oleh Jepang, sementara Poundsterling berfluktuasi setelah Rishi Sunak terpilih menjadi perdana menteri ketiga Inggris dalam tujuh minggu terakhir, dan yuan Tiongkok jatuh ke rekor rendah.

Yen mencapai level terendah US$ 149,7 semalam sebelum melonjak ke level tertinggi 145,28 dalam beberapa menit dalam sebuah langkah yang menunjukkan bank sentral Jepang (BoJ), yang bertindak untuk Kementerian Keuangan Jepang, telah intervensi lagi.

Volatilitas overnight yen melonjak ke level tertinggi sejak 21 September, sehari sebelum BoJ masuk untuk menopang mata uang untuk pertama kalinya sejak 1998.

Baca juga: Tertekan Penguatan Dolar AS, Emas Turun Tipis US$ 2,2

Advertisement

Jepang kemungkinan menghabiskan rekor 5,4 - 5,5 triliun yen (US$ 36,16 - 36,83 miliar) dalam intervensi pembelian yen Jumat (21/10/2022) lalu, menurut perkiraan oleh perusahaan pialang pasar uang Tokyo.

Mata uang Jepang terakhir di 148,89, turun 0,77 % terhadap greenback.

Dolar bertahan kuat setelah dugaan intervensi BoJ, tetapi melemah, sempat berubah negatif, setelah data PMI (Indeks Manajer Pembelian) flash S&P menunjukkan aktivitas bisnis AS berkontraksi untuk bulan keempat berturut-turut pada Oktober, bukti terbaru dari pelemahan ekonomi dalam menghadapi inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga.

Baca juga: Minyak Turun Tertekan Lesunya Data Permintaan Tiongkok

Data mungkin menunjukkan bahwa pergerakan kuat dolar mendekati akhir, kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

"Anda memiliki kelemahan yang signifikan dalam PMI ini. Bagi saya itu adalah bendera merah besar. Ekonomi AS terus menunjukkan tanda-tanda ketahanan yang kuat dan sekarang sepertinya itu akan hilang,” katanya.

Pada September, Federal Reserve menyampaikan kenaikan suku bunga 75 basis poin ketiga berturut-turut, dan kenaikan keempat sebesar itu diperkirakan pada pertemuan kebijakan minggu depan, meskipun seberapa agresif pembuat kebijakan setelah itu tetap diperdebatkan.

Baca juga: Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis Ditutup di Zona Hijau

Pasar sekarang menunggu untuk melihat seberapa besar pelemahan ekonomi dan apakah The Fed akan berhenti setelah menaikkan suku bunga pada Desember dan Februari, kata Moya.

Pada pukul 15.30 waktu setempat (19.30 GMT), dolar naik 0,089% pada 111,93 terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya.

Poundsterling maju-mundur setelah Sunak, mantan menteri keuangan negara itu, ditunjuk sebagai pemimpin Partai Konservatif Inggris, membuka jalan baginya untuk menjadi perdana menteri berikutnya.

Baca juga: Minggu Lalu Naik Hingga di Atas 5%, Bagaimana Harga CPO Pekan ini?

"Bagaimanapun jabatan perdana menteri Sunak terbuka, kemungkinan akan ada masa-masa yang lebih sulit di depan bagi ekonomi Inggris karena ia bergulat keluar dari penurunan yang memburuk dan bahkan prospek pemilihan umum," kata Giles Coghlan, kepala analis pasar di HYCM.

"Meskipun demikian, ada satu aspek bantuan untuk poundsterling yang sering diabaikan. Di sisi lain Atlantik, perlambatan kebijakan Federal Reserve kemungkinan akan membantu mengangkat sterling sebanyak, jika bahkan tidak lebih, daripada kebijakan fiskal Inggris,” tambahnya.

Poundsterling terakhir turun 0,16% pada US$ 1,129, dari tertinggi di atas US$ 1,14 dolar. Euro terakhir naik 0,18 % pada US$ 0,988, sementara yuan di luar negeri anjlok ke rekor terendah baru terhadap dolar di 7,332.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com