Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). (Foto: Perseroan)

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). (Foto: Perseroan)

Dipicu Lonjakan Beban, Chandra Asri (TPIA) Merugi

Selasa, 1 Nov 2022 | 08:42 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id -  PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) membukukan pendapatan bersih sebesar US$ 1,94 miliar hingga kuartal III-2022 atau meningkat 3,5% dari realisasi periode sama tahun lalu US$ 1,8 miliar. Namun demikian perseroan merugi dipicu atas lonjakan beban pokok pendapatan.

Baca juga: Chandra Asri (TPIA) Bangga Umumkan Kabar Ini

Direktur Chandra Asri Petrochemical Suryandi mengatakan, perseroan berhasil mempertahankan pertumbuhan penjualan di tengah keadaan makro global yang masih menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan. Bahkan, perseroan bisa bertahan di tengah harga rata-rata minyak mentah sampai September 2022 di atas US$ 100 per barel (sekitar 51% lebih tinggi dari periode sama tahun 2021).

“Kenaikan harga minyak mentah ini sebagai akibat dari ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung,” jelasnya di Jakarta, Selasa (1/11/22).

Advertisement

Tantangan lainnya, terang dia, datang dari penurunan permintaan dari Tiongkok dampak dari diberlakukan kembali lockdown dan efek musiman Lebaran. Sementara itu, spread produk tetap rendah dan pada akhirnya menghasilkan keuntungan dan margin yang terkompresi.

Baca juga: Chandra Asri (TPIA) dan LX International Jajaki Kerja Sama Proyek Berbahan Baku Terbarukan

Tantangan tersebut, terang Suryandi, membuat beban pokok pendapatan perseroan naik 24,3% menjadi US$ 1,95 miliar hingga kuartal III-2022, dibandingkan posisi sama tahun lalu US$ 1,57 miliar. Pertumbuhan bebab yang lebih besar, dibandingkan pendapatan memicu perseroan menderita rugi kotor US$ 8,64 juta, dibandingkan laba kotor periode sama tahun lalu US$ 306,79 juta.

Hal membuat pergerakan menderita rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi US$ 111,54 juta sampai kuartal III-2022, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan laba bersih US$ 166,43 juta.

Baca juga: Chandra Asri (TPIA) Beli Bus Listrik dari Perusahaan Bentukan Moeldoko

Suryandi menegaskan, selama masa ketidakpastian ini, perseroan terus mempertahankan kebijakan keuangan yang hati-hati untuk mengatasi volatilitas sambil mempertahankan neraca yang kuat dengan liquidity pool sebesar US$ 2,28 miliar yang terdiri atas US$ 1,14 miliar kas dan setara kas, US$ 798,8 juta surat berharga, dan US$ 342,7 juta fasilitas committed revolving credit yang tersedia.

"Fundamental yang kokoh menempatkan Chandra Asri pada posisi yang kuat untuk menavigasi melalui ketidakpastian yang sedang berlangsung dan untuk menangkap peluang yang muncul," jelas dia.

Selama kuartal ketiga, perseroan telah melunasi seluruh sisa Pinjaman JBIC untuk merampingkan komitmen keuangan dan menyelaraskan persyaratan fasilitas pembiayaan yang ada. Perseroan juga terus mendapat dukungan kuat dari pasar modal dengan kelebihan pemesanan (oversubscription) atas penerbitan obligasi senilai Rp 2 triliun dan kesuksesan pelaksanaan pemecahan saham dengan rasio 1:4 untuk meningkatkan likuiditas saham TPIA.


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com