Menu
Sign in
@ Contact
Search
Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di Jakarta. Rupiah melemah usai Fed naikkan suku bunga. (FOTO: ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)

Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di Jakarta. Rupiah melemah usai Fed naikkan suku bunga. (FOTO: ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)

Rupiah Melemah Usai Fed Naikkan Suku Bunga Acuan

Kamis, 3 Nov 2022 | 10:18 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (3/11) pagi melemah usai bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed), memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan.

Rupiah pagi ini melemah 16 poin atau 0,11% ke posisi Rp 15.663 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.647 per dolar AS.

Baca juga: Kurang dari Sebulan, Rupiah Cepat Catat Total Outstanding

“Rupiah masih berpotensi melemah dengan kenaikan kembali tingkat suku bunga acuan The Fed sebesar 75 (basis poin) bps menjadi 3,75% - 4%,” kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra, Kamis.

Advertisement

Ariston menyampaikan kenaikan suku bunga The Fed tersebut akan menipiskan kembali selisih atau spread dengan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang kini berada di posisi 4,75%, yang bisa mendorong pelaku pasar mencari dolar AS.

Bank sentral AS itu juga masih berkomitmen untuk menurunkan tingkat inflasi AS ke level target 2%. Dalam pernyataannya dini hari tadi, Gubernur The Fed Jerome Powell belum melihat inflasi AS turun ke arah yang diinginkan.

“Ini artinya The Fed masih akan menahan suku bunga acuannya di level tinggi untuk mengendalikan inflasi,” ujar Ariston.

Tapi di sisi lain, lanjutnya, pelaku pasar mungkin menangkap indikasi bahwa The Fed akan melambatkan laju kenaikan suku bunga acuannya dalam pernyataan Powell dini hari tadi.

Baca juga: Pinjaman Rp 190 MRupiah Berlanjut Melemah 19 Poin ke Rp 15.646

“Pasar mungkin akan menganggap ini titik balik kebijakan pengetatan agresif The Fed. Dan ini mungkin bisa menahan penguatan dolar AS,” jelasnya.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak melemah ke arah Rp 15.700 per dolar AS, dengan potensi penguatan Rp 15.580 per dolar AS hingga Rp15.600 per dolar AS.

Pada Rabu (2/11), rupiah ditutup melemah 19 poin atau 0,12% ke posisi Rp 15.647 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.628 per dolar AS.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com