Menu
Sign in
@ Contact
Search
Layanan GoRide Electric. (Foto: GOTO)

Layanan GoRide Electric. (Foto: GOTO)

GOTO Bakal Tunjukkan Kinerja Terbaik, Ini Target Harga Baru Sahamnya

Minggu, 6 Nov 2022 | 16:02 WIB
Ely Rahmawati (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih menjadi saham favorit sejumlah pelaku pasar mengingat potensinya yang besar ke depan. Selain ekosistem yang terus tumbuh, sejumlah ekspansi dan penetrasi e-commerce yang tinggi di masyarakat, turut mendukung optimistime kinerja GOTO.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis mengungkapkan, dari hasil kunjungan ke fulfillment center (FC) GOTO, perseroan ingin merevolusi distribusi barang di Tanah Air seiring peningkatan penetrasi e-commerce.

GOTO melalui Tokopedia menarik pedagang secara vertikal untuk menggunakan platformnya, sekaligus memiliki operasi back-end hingga ke rantai pasokan produk yang terjual sangat cepat (fast moving consumer goods/FMCG).

Baca juga: Astra (ASII) Bukukan Keuntungan Nilai Wajar Investasi di GOTO Rp 1,08 Triliun

Advertisement

Tokopedia menjalankan hal ini melalui agregasi inventaris dan konsolidasi jarak menengah, dan berakhir kepada pemain logistik pihak ketiga (third party logistic/3PL). Para pedagang sangat difasilitasi dalam memindahkan barang mereka, yang pada dasarnya menawarkan peluang untuk meningkatkan produktivitas dan omzet. Ini juga berpotensi mengerek nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) dan tingkat penerimaan GOTO.

“Kami mengulangi rekomendasi beli GOTO, dengan asumsi sedikit kenaikan dari penetrasi FC sambil menunggu informasi lebih lanjut. Namun, kami memangkas target pendapatan perseroan sebesar 20% untuk mencapai target harga baru saham GOTO Rp 310,” tulis Niko dalam riset terbaru.

Menurut Niko, sistem Tokopedia memiliki proposisi menarik bagi pedagang untuk memindahkan barang lebih cepat. Tokopedia saat ini memiliki penetrasi pemenuhan 5,5% pada semua pesanan paket yang dilakukan melalui platformnya, sebuah upaya yang dimulai Maret lalu. Insentif merchant bersifat intuitif dan menarik bagi merchant yang dapat menempatkan barang di gudang Tokped dan mengirimkan dengan cepat (H+1) di Jabodetabek, H+2 di luar Jakarta.

Baca juga: Viral Pamer Total Transaksi, Masyarakat Makin Ketergantungan Layanan Ekosistem GOTO

Apalagi barang bisa lebih dekat dengan konsumen, karena sekarang Tokopedia menerapkan strategi hyperlocal untuk mengantarkan barang lebih cepat. Selain itu, keuntungan dari fasilitas besar, yaitu gudang FC di Bekasi seluas 15.000 meter persegi (m2), menunjukkan bahwa pedagang dapat beroperasi dalam skala yang jauh lebih besar dengan menghasilkan lebih banyak volume dan memanfaatkan kekuatan Tokopedia.

Tokopedia via Swift kini mengoperasikan total 70.000 m2 dan kapasitas FC di Bekasi memiliki tingkat utilisasi 70%. Gudang dirancang untuk memiliki ‘ban berjalan’ di koridor utamanya, tetapi itu akan diterapkan di bulan-bulan berikutnya seiring dengan peningkatan omzet barang untuk memungkinkan menghemat waktu dalam proses barang keluar.

“Ini hanya menunjukkan bahwa skala ekonomi belum tercapai dan lebih banyak GTV perlu dihasilkan. Perusahaan sudah memiliki rencana untuk membangun fasilitas baru di Jakarta dalam beberapa bulan mendatang. Selain itu, peta jalan dirancang untuk membangun megaproyek FC dimana pemenuhannya ditandai dengan otomatisasi dan robotika tingkat tinggi,” ungkap Niko.

Baca juga: Margin Kontribusi Positif, Begini Prospek Saham Bukalapak (BUKA)

Pada akhirnya, pengaturan e-commerce Indonesia tetap sangat menarik. Kapasitas FC sedang diambil dengan cepat dan Tokopedia sedang menyiapkan FC baru di Cilincing untuk item ukuran lebih besar.

BRI Danareksa Sekuritas tetap konservatif dalam menyikapi potensi kenaikan ini, sambil menunggu kejelasan tentang biaya dan manfaat terkait itu. Meski demikian, hal itu telah memperhitungkan jalur yang tepat menuju margin kontribusi positif pada tahun 2024 untuk GOTO, khususnya pada kuartal I-2024 sesuai panduan perseroan.

“Kami juga menegaskan kembali ekspektasi bahwa penetrasi e-commerce di pasar ritel Indonesia yang tangguh akan terus meningkat, dan dengan begitu kami menjaga ekspektasi GTV relatif utuh,” pungkas Niko.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com