Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi digital. (Pixabay)

Ilustrasi digital. (Pixabay)

Bank Neo (BBYB) Bangkit Lebih Cepat, Intip Target Harga Baru Sahamnya

Minggu, 6 Nov 2022 | 19:32 WIB
Ely Rahmawati (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC membukukan keuntungan yang lebih cepat dari perkiraan. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) September 2022 meningkat menjadi 12,7%, karena loan channeling dan direct lending terus mendominasi kontribusi pinjamannya masing-masing 50% dan 29%.

Analis RHB Sekuritas Ryan Santoso mengungkapkan, Bank Neo Commerce bangkit lebih cepat dari prediksi analis, setelah kinerja kuartal II sempat tergelincir. Karena itu, analis meningkatkan proyeksi pendapatan 2023 untuk Bank Neo Commerce, karena pertumbuhan pinjaman digital yang kuat dan inisiatif efisiensi biaya.

Baca juga: GOTO Bakal Tunjukkan Kinerja Terbaik, Ini Target Harga Baru Sahamnya

“Kami tetap merekomendasikan beli saham BBYB dengan target harga baru Rp 2.000, turun dibanding target harga sebelumnya Rp 2.900. Target harga yang lebih rendah disebabkan oleh asumsi tingkat bebas risiko dan premi risiko yang lebih tinggi di tengah ketidakpastian global saat ini,” tulis Ryan dalam risetnya.

Advertisement

Sementara itu, pada perdagangan Jumat (4/11/2022), BBYB ditutup menguat Rp 5 (0,6%) ke posisi Rp 830. Dengan demikian, BBYB masih berpotensi memberikan cuan besar hingga 141%.

Baca juga: BNI (BBNI) Kemas Bank Mayora Jadi Bank Digital di Segmen UKM

Secara kinerja, Bank Neo Commerce membukukan laba bersih Rp 10,1 miliar pada kuartal III-2022. Hal ini membuat rugi bersih emiten berkode saham BBYB ini turun menjadi Rp 601,2 miliar per September 2022.

Dengan demikian, perseroan berhasil secara konsisten mencatatkan laba sepanjang kuartal III tahun ini. Selain itu, perseroan juga berhasil menjangkau ratusan komunitas pada periode tersebut.

“Dengan pertumbuhan pinjaman digital yang kuat dan inisiatif penghematan biaya, kami berharap laba bersih akan terus meningkat. Apalagi, BBYB akan melaksanakan rights issue dengan dilusi saham minimal,” sebut Ryan.

Baca juga: Ditopang Akulaku, Bank Neo Commerce (BBYB) Catat Penyaluran Kredit Rp 8,9 T

Saat ini, BBYB memiliki 20 juta pengguna, dengan hanya 5% yang menggunakan fasilitas pinjaman. Jika tingkat penetrasinya membaik, dia optimistis perseroan dapat memenuhi target pinjamannya.

“Kami memangkas proyeksi kerugian di 2022 dan berharap itu akan menguntungkan tahun depan, seiring pencairan pinjaman digital yang lebih kuat dari perkiraan, sementara efisiensi biaya transfer antar bank akan mengurangi opex secara signifikan,” sebut Ryan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com