Menu
Sign in
@ Contact
Search
Salah satu proyek PT PP Tbk (PTPP). (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

Salah satu proyek PT PP Tbk (PTPP). (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

Hingga Kuartal III-2022, PTPP Catat Kenaikan Laba Bersih 8,96%

Rabu, 9 Nov 2022 | 04:31 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT PP Tbk (PTPP) mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 141,02 miliar hingga Kuartal III-2022, naik 8,96% dari Rp 129,41 miliar pada periode sama tahun lalu.

Pertumbuhan kinerja keuangan tersebut turut ditopang kenaikan pendapatan perseroan sekitar 20% menjadi Rp 13,45 triliun per 30 September 2022 dari Rp 11,21 triliun pada periode sama tahun lalu. Kenaikan pemasukan ini, diikuti kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 18,92% menjadi Rp 11,64 triliun sepanjang kuartal I-III 2022.

Lebih rinci, pendapatan emiten pelat merah ini berasal dari lini bisnis jasa konstruksi Rp 10,8 triliun, properti dan realty Rp 1,5 triliun, dan engineering, procurement, construction (EPC) Rp 799,52 miliar.

Baca juga: Masuk Bursa, Menthobi (MKTR) Genjot Produktivitas dan Optimalkan Peluang Pasar

Advertisement

“Tidak terdapat penjualan dari pihak pembeli yang nilainya melebihi 10% dari jumlah pendapatan usaha pada 2022 dan 2021,” jelas manajemen PTPP dalam laporan keuangan yang dirilis pada Selasa (8/11/2022).

Sementara itu, sumber pendapatan PTPP dari pihak berelasi sepanjang Januari-September 2022 totalnya mencapai Rp 4,3 triliun, antara lain dari PT Hutama Karya Persero (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Sisanya, berasal dari pihak ketiga, antara lain yang terbesar adalah PT Traslingkar Kita Jaya Rp 1,29 triliun, PT Weda Bay Nickel Rp 1,01 triliun, dan BPJ-PT PP Semarang Demak Rp 2,49 triliun.

Baca juga: Wow! Laba Bersih Elnusa (ELSA) Meroket 673,74%

Dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sampai 30 September 2022, PTPP juga mencatatkan kenaikan tipis aset lancar yang menjadi Rp 33,77 triliun dari Rp 33,73 triliun pada akhir 2021. Hal sama terjadi pada jumlah aset tidak lancar yang naik menjadi Rp 24,35 triliun dari Rp 21,84 triliun. Dengan begitu, jumlah aset PTPP naik menjadi 58,13 triliun pada akhir kuartal III-2022 dibandingkan akhir 2021 sebesar Rp 55,57 triliun.

Di sisi lain, jumlah liabilitas jangka pendek perseroan juga menunjukkan peningkatan menjadi Rp 32,08 triliun pada akhir September tahun ini dari Rp 30,14 triliun per 31 Desember 2021. Sedangkan liabilitas jangka panjangnya bertambah sedikit menjadi Rp 11,33 triliun dari Rp 11,09 triliun.

Baca juga: GTS Internasional Latih Awak Kapal Bahtera Adhiguna

Sebagai gambaran pertumbuhan kinerja BUMN konstruksi tersebut, PTPP baru saja mengumumkan raihan dua kontrak baru dari proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Kedua proyek dimaksud, terdiri atas proyek pembangunan Gedung Kantor Presiden Kawasan Istana Kepresidenan senilai Rp 1,56 Triliun dan pembangunan Bangunan Gedung Istana Negara dan Lapangan Upacara pada Kawasan Istana Kepresidenan senilai Rp 1,34 Triliun.

Dengan begitu, perseroan bertindak sebagai pemimpin konsorsium dengan porsi 55% dari total kontrak senilai Rp 2,9 triliun tersebut. “Dengan bertambahnya dua proyek ini, PTPP telah mendapatkan total enam proyek senilai Rp 2,9 triliun dari IKN. Bahkan, PTPP menjadi kontraktor dengan nilai kontrak terbanyak di IKN hingga kini,” ucap Corporate Secretary PTPP Bakhtiyar Efendi. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com