Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR). (Ilustrasi/Perseroan)

PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR). (Ilustrasi/Perseroan)

Triasmitra (KETR) Bangun Kabel Laut Rising-8 Jakarta-Singapura, Butuh Dana Jumbo

Jumat, 25 November 2022 | 16:23 WIB
Herman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Perusahaan jaringan telekomunikasi fiber optik PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) berencana membangun jalur sistem komunikasi kabel laut (SKKL) Rising-8 dari Jakarta ke Singapura.

SKKL ini akan memiliki panjang sekitar 1.150 km dengan teknologi sistem repeatered dan mampu berkapasitas sebesar 25 terabyte per second per fiber pair. Dana yang dibutuhkan sekitar US$ 70-100 juta.

Baca juga: Triasmitra (KETR) Tegaskan Perolehan Dana IPO sekitar Rp 128 Miliar

Direktur Utama Triasmitra Titus Dondi mengungkapkan, saat ini total panjang kabel yang sudah dibangun Triasmitra, baik itu kabel laut maupun kabel darat mencapai 10.000 km. Dari jumlah tersebut, 6.500 km adalah jaringan yang dibangun dan dimiliki sendiri oleh Triasmitra.

“Kami akan membangun lagi jaringan kabel laut serat optik dari Jakarta ke Singapura. Sebelumnya kami sudah memiliki jaringan kabel laut yang kami namakan B2JS dari Jakarta ke Singapura yang sudah terisi penuh oleh pelanggan kami. Ketika kita menyongsong era digital, di mana dibutuhkan aktivitas yang cepat, handal, dan kapasitas yang besar, pelanggan kami membutuhkan kembali jaringan kabel laut dari Jakarta ke Singapura dengan kapasitas 25 terabyte per second per fiber pair,”  kata Titus di kantor Triasmitra, Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Titus mengungkapkan, saat ini Rising-8 masih proses perizinan di Tim Nasional Penataan Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah dan direncanakan siap dipakai (RFS) pada kuartal II-2024.

“Untuk kabel Rising-8 ini, sebelum kami memulai membangun, kami sudah mendapatkan tiga calon pelanggan yang sudah siap berkontribusi menggunakan kabel laut yang kami bangun. Kami optimistis setelah nanti selesai akan banyak calon pelanggan yang menunjukkan minatnya,” ujarnya.

Titus menambahkan, saat ini pembangunan infrastruktur kabel bawah laut masih belum bisa sepenuhnya dilakukan secara masif karena masih ada beberapa kendala, salah satu kendalanya adalah terbatasnya jumlah kapal penggelar kabel di Indonesia. Keterbatasan ini membuat para developer atau kontraktor yang akan melakukan penggelaran kabel bawah laut harus antre untuk memperoleh jadwal kapal penggelar.

Baca juga: Emiten TP Rachmat (DRMA) Kian Mantap Melangkah ke Bisnis Kendaraan Listrik

Triasmitra mengambil peluang tersebut dengan melakukan inisiatif untuk mempunyai kapal penggelar kabel sendiri. Pertengahan 2022 ini Triasmitra telah membeli kapal Skandi Sotra berbendera Norwegia untuk dilakukan konversi menjadi kapal penggelar kabel (cable ship). Saat ini kapal tersebut masih dalam proses konversi di Pax Ocean Batam Kepulauan Riau. Kapal ini telah mempunyai nama baru yaitu Bentang Bahari. Kapal juga telah dilengkapi dengan peralatan yang penting seperti remotely operated vehicle (ROV), cable plough, cable engine, dan peralatan-peralatan penting lainnya sehingga mumpuni untuk melakukan penggelaran kabel bawah laut baik di kedalaman (water depth) tinggi maupun sedang.

Direktur Keuangan Triasmitra Vidcy Octory menambahkan, investasi yang dibutuhkan untuk menggelar kabel laut Rising-8 ini sekitar US$ 70-100 juta. “Untuk pendanannya, kita ada dari lembaga pembiayaan. Saat ini prosesnya sudah mau financial closing,” jelas Vidcy.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com