Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi kegiatan usaha PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). (Sumber: Laporan Tahunan Perseroan)

Ilustrasi kegiatan usaha PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). (Sumber: Laporan Tahunan Perseroan)

Bukalapak (BUKA) Menuju Profitabilitas, Segini Potensi Cuan dari Sahamnya

Minggu, 27 Nov 2022 | 22:06 WIB
Ely Rahmawati (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) berhasil mencetak kinerja keuangan di atas konsensus analis hingga kuartal III-2022, dengan mencatat realisasi transaksi atau total processing value (TPV) mitra dan marketplace tumbuh masing-masing 11% dan 15%. Selain itu, Bukalapak tetap memperluas investasi dan ekspansi menuju profitabilitas pada 2024.

Analis CGS-CIMB Sekuritas Ryan Winipta dan Baruna Arkasatyo dalam risetnya mengungkapkan, pihaknya tertarik pada beberapa poin dari kinerja Bukalapak hingga kuartal III-2022. Pertama, perseroan makin membuka jalan menuju profitabilitas karena biaya penjualan dan pemasaran turun sebesar 20% (qoq), yang menyebabkan EBITDA meningkat 19 bps terhadap TPV.

Baca juga: Ada yang Batal Promosi ke Papan Utama, Bukalapak (BUKA) dan 3 Emiten Grup Bakrie Aman?

Kedua, TPV mitra dan marketplace tumbuh dua digit per kuartal, masing-masing sebesar 11% dan 15% (qoq), meskipun ada dampak parsial dari kenaikan harga bahan bakar pada September 2022.

Advertisement

Ketiga, Bukalapak menurunkan biaya logistik mitra karena nilai pesanan rata-rata (AOV) meningkat lebih dari 20% (qoq), meskipun jumlah transaksi menurun 11% (qoq).

Keempat, kontribusi margin (contribution margin/CM) juga menjadi positif untuk pertama kalinya dalam sejarah Bukalapak, yakni 0,1% terhadap TPV. Secara keseluruhan, CM positif terutama didorong oleh pasar khusus gaming, yaitu Itemku.

Baca juga: Kuartal III, Bukalapak (BUKA) Bukukan Laba Bersih Rp 3,6 Triliun

“Itemku menghasilkan take-rate 8,5%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan take-rate minus 1% yang berasal dari transfer virtual komoditas seperti token listrik. CM mitra juga meningkat qoq tetapi masih merugi karena biaya yang terkait dengan bisnis vertikal baru, yaitu restoran dan bahan bangunan,” tulis Ryan dan Baruna dalam risetnya.

Meski demikian, Ryan dan Baruna juga mencatat beberapa hal yang tidak disukai dari hasil kinerja emiten berkode saham BUKA tersebut pada kuartal III-2022. Biaya layanan (take-rate) menurun untuk bisnis mitra dan marketplace masing-masing menjadi 2,4% dibanding 2,8% pada kuartal II-2022 dan 1,9% dibanding 1,9% pada kuartal II-2022.

Penurunan take-rate mitra disebabkan oleh take-rate yang lebih rendah pada Juli-Agustus 2022, karena BUKA menerapkan titik harga yang lebih rendah untuk menghindari penurunan TPV di tengah ketidakpastian ekonomi makro. Padahal, take-rate adalah salah satu kontribusi keuntungan bagi perusahaan teknologi seperti BUKA.

“Ini membantu mengurangi biaya penjualan dan pemasaran. Meskipun TPV produk fisik untuk mitra meningkat sebesar 6% (qoq), sementara TPV produk virtual bertumbuh sebesar 13% (qoq), tetapi memiliki take-rate yang lebih rendah,” sebut Ryan dan Baruna.

Baca juga: Bos Djarum Sudah Borong Hampir 100 Juta Saham Blibli (BELI), Bakal Terus Bertambah?

Lebih lanjut, kedua analis menyimpulkan hal yang menarik dari kinerja kuartal III-2022, yakni BUKA meningkatkan proporsi investasi pendapatan tetap dari Rp 375 miliar pada kuartal II-2022 menjadi Rp 2,5 triliun pada kuartal III-2022. Karena itu, pendapatan bunga naik 38% (qoq) menjadi Rp 135 miliar per kuartal.

Kemudian, setelah CM positif, BUKA bertujuan untuk mengurangi biaya umum dan administrasi (G&A) dengan menggunakan asisten virtual untuk merampingkan tenaga kerja dan melatih programer untuk memperluas keahlian.

Baca juga: Ditopang Grup Telkom (TLKM), Ini Rencana Aksi Indico

BUKA mempertahankan target pencapaian EBITDA positif pada kuartal IV-2023 dan margin EBITDA 30-40% pada 2024 atau 2025. BUKA berekspansi ke Filipina melalui SmartSari, model mirip mitra. Saat ini dalam tahap eksplorasi dengan jumlah investasi yang terbatas.

CGS-CIMB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BUKA dengan target harga Rp 350. Sementara itu, pada perdagangan di BEI, Jumat (25/11/2022), saham BUKA ditutup pada harga Rp 300. Dengan demikian, potensi cuan dari BUKA sebesar 16,6%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com