Menu
Sign in
@ Contact
Search
Investor memantau pergerakan saham. (B Universe Photo/David Gita Roza)

Investor memantau pergerakan saham. (B Universe Photo/David Gita Roza)

Dovish The Fed Jadi Katalis Positif IHSG, Saham Ini Layak Dicermati

Senin, 28 Nov 2022 | 07:53 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id – The Fed diperkirakan mulai dovish ke depan, sehingga diyakini menjadi katalis positif terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dovish adalah kebijakan yang akan berusaha mendorong, dibandingkan menahan pertumbuhan ekonomi.

Dovish akan membuuat kebijakan moneter lebih longgar dan cenderung meningkatkan jumlah uang beredar, dibandingkan pembatasan. “Dovish The Fed akan memperlambat laju penaikan suku bunga dan diharapkan menjadi katalis positif terhadap IHSG, terutama jelang akhir tahun. Ini akan membantu IHSG ke level target kami di 7.400,” jelas Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina kepada Investor Daily, Minggu (27/11/2022).

Baca juga: Suku Bunga The Fed Melandai, Harga SUN Menguat Terbatas

Menurut dia, ekspektasi tersebut juga diharapkan membuat pergerakan rupiah lebih stabil dan asing akan kembali membukukan net buy. Sedangkan pekan ini, Martha memprediksi, IHSG akan mulai bergerak naik, dalam rentang pergerakan 7.000 sebagai level support dan 7150 sebagai level resistance.

Advertisement

Sentimen positif yang akan mendorong proyeksi tersebut adalah data inflasi Indonesia periode November 2022 dan data Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia.”Untuk rekomendasi saham, saham properti secara selektif bisa dipilih karena sentimen dovish-nya The Fed,” sambung dia.

Martha menginformasikan, saham CTRA dan PWON sebagai saham properti, bisa dicermati oleh pelaku pasar pada perdagangan pekan ini.

Dihubungi secara terpisah, Head of Investment Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe meyakini, Thea Fed akan dovish, terutama tahun depan. Ia menilai, the Fed memang harus menurunkan suku bunga karena bila tidak, perekonomian Amerika bisa runtuh atau collapse.

Baca juga: Perhatian! Harga CPO Bakal Dipengaruhi Jajaran Indikator Ini  

Meski bukan karena dovish, Kiswoyo optimistis target IHSG pada akhir 2022 tetap akan menyentuh 7.500. Hal ini ditopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih membaik dan kondusif.

“Bukan dari dovish tetapi makro ekonomi Indonesia. IHSG ini gambaran enam bulan ke depan ekonomi Indonesia,” tegas dia.

Sedangkan khusus pekan ini, Kiswoyo memperkirakan IHSG akan mulai naik dan bergerak dalam kisaran 7.000 - 7.250. Mengingat, awal Desember akan dimulai pekan ini dan IHSG meninggalkan November Rain serta menyambut Santa Claus Rally. “Karena memang Desember itu kalau melihat 20 tahun terakhir selalu hijau ya IHSG-nya,” imbuh dia.

Baca juga: ARA Akhir Pekan Lalu, Begini Teknikal Saham Asuransi Maximus (ASMI)

Optimistis mencapai 7.500, level IHSG dipercaya mampu naik lebih dari 5% dalam sisa waktu lima pekan menuju akhir tahun. Pergerakan ini dinilai wajar karena Desember kerap memberikan ‘angin segar’ kepada para pelaku pasar dalam menutup tahun.

Untuk menyambut tren kenaikan IHSG, Kiswoyo masih menyarankan investor untuk mencermati saham BBRI, BBCA, BMRI, BBNI, ASII, dan TLKM sebagai penggerak IHSG. Sebab, bila IHSG naik, saham-saham ini diproyeksikan akan ikut naik sebagai ‘langganan’ penopang pergerakan IHSG di BEI.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com