Menu
Sign in
@ Contact
Search
Salah satu bisnis Telefast Indonesia (TFAS) berkonsep kontainer, hasil kerja sama dengan SiCepat. (Ilustrasi/Ist)

Salah satu bisnis Telefast Indonesia (TFAS) berkonsep kontainer, hasil kerja sama dengan SiCepat. (Ilustrasi/Ist)

Pendapatan Telefast (TFAS) Naik, tapi Laba Bersih Turun Drastis

Senin, 28 Nov 2022 | 09:36 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) mencatatkan pendapatan meningkat 25% sebesar 122,4 miliar dari Rp 489,9 miliar di kuartal III-2021 menjadi Rp 612,3 miliar pada akhir kuartal III-2022.

Total aset PT Telefast Indonesia Tbk meningkat 7,03% sebesar Rp 275 miliar pada 2021 menjadi Rp 296,0 miliar per 30 September 2022, dan total ekuitas naik 0,7% sebesar Rp 196 miliar pada 2021 menjadi Rp 197,5 miliar pada kuartal III-2022.

Namun, laba neto tahun berjalan perseroan sampai September 2022 hanya Rp 1,33 miliar, anjlok dari kuartal III-2021 Rp 38,37 miliar. Sedangkan laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun dari Rp 38,40 miliar menjadi Rp 1,33 miliar.

Baca juga: BUMI Private Placement Lagi Rp 80 per Saham, Grup Salim kok Masuknya di Harga Rp 120?

Advertisement

“Tantangan ini tentunya juga menjadi peluang perseroan yang bergerak di sektor platform digital untuk mengakomodir kebutuhan digitalisasi di industri logistik dengan mengembangkan solusi digital end-to-end mulai dari pergudangan pintar, line haul, hingga pengiriman,” jelas manajemen TFAS dalam keterangan resmi dikutip Senin (28/11/2022).

Sementara jaringan drop point tumbuh menjadi 9.500+ dengan jumlah paket terkirim sebanyak 10.286.740 pada 3Q22. Pertumbuhan ini dikarenakan banyaknya kolaborasi dengan mitra seperti Alfamart, SiCepat, SiCepat Point, Paxel, SRC, Shipper serta memanfaatkan 10.000+ jaringan toko perseroan yang ada.

“Ke depan, perseroan juga telah bekerja sama dengan perusahaan lain seperti BNI46, Sentral Cargo, dan Mitra Bukalapak untuk memperluas jaringan drop point,” terang manajemen.

Baca juga: BUMI Private Placement Lagi Rp 2,1 T, Ternyata Ini Dia yang Masuk

Melalui PT Logitek Digital Nusantara (LDN), lanjut manajemen, perusahaan menggeluti bisnis supply chain management dengan membangun system pick up dan drop point yang bersinergi dengan mitra ritel lokal, Alfamart, dan perusahaan logistik SiCepat.

“Di tahun 2021, perusahaan mengembangkan strategi sistem drop point dengan memperluas kerja sama dan kemitraan dengan berbagai mitra lokal seperti seperti Alfamart, Alfamidi, Dan+Dan, Shipper, Fastpay, MNC, dan OYO,” tutup manajemen TFAS.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com