Menu
Sign in
@ Contact
Search
Batu bara. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono

Batu bara. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono

Saham Emiten Batubara, Apakah Sudah Peak?

Selasa, 29 Nov 2022 | 08:39 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id -  Emiten sektor batu bara berhasil mencatatkan pertumbuhan signfikan hingga kuartal III-2022. Pencapaian tersebut diprediksi telah mencapai puncaknya.

Meski demikian, Samuel Sekuritas memprediksi peluang solidnya kinerja keuangan emiten batu bara tahun 2023 tetap terbuka. Bahkan, rata-rata harga jual diprediksi lebih tinggi, dibandingkan perkiraan semula.

Baca juga: Negara-Negara Kaya Targetkan US$ 20 Miliar untuk Menyapih Indonesia dari Pemakaian Batubara

Analis Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi menyebutkan, target harga jual batu bara tahun 2023 direvisi naik menjadi US$ 220 per ton, dibandingkan perkiraan semula senilai US$ 180 per ton. “Melihat potensi tensi geopolitik dan La Nina yang kemungkinan bertahan hingga semester I-2023 akan membuat pasokan batu bara tetap tertahan,” tulisnya dalam riset terbaru.

Advertisement

Terkiat permintaan, dia mengatakan, Tiongkok diprediksi tetap menjadi pasar terbesar batu bara dalam jangka pendek akibat penurunan stok bersamaan dengan permintaan yang tinggi, terutama dari pembangkit listrik. Dalam jangka menengah, terbuka potensi kenaikan permintaan pasca pelonggaran kebijakan pembatasan Covid-19, rencana pemerintah Tiongkok untuk menaikkan produksi batu bara dalam negeri berpotensi menurunkan impor batu bara Tiongkok.

Baca juga: BUMI Private Placement Lagi Rp 80 per Saham, Grup Salim kok Masuknya di Harga Rp 120?

Berdasarkan data, Tiongkok berencana menambah kapasitas produksi batu bara dengan total tambahan kapasitas produksi mencapai 559 juta ton, sekitar 29% dari total rencana penambahan kapasitas tambang batu bara baru di seluruh dunia. Selain itu, total produksi batu bara nasional Tiongkok hingga September 2022 sebesar 3,3 miliar ton, melebihi angka rata-rata pra pandemi 2,6 miliar ton.

Peningkatan produksi batu bara nasional juga dilakukan oleh India mulai tahun 2024 hingga 2025. Kebutuhan batu bara India akan dipenuhi dengan hasil produksi dalam negeri. Untuk diketahui, Coal India LTD mencatatkan produksi batu bara sebesar 560.8 juta ton sampai Oktober 2022 atau melebihi angka rata-rata dalam lima tahun sebanyak 471 juta ton. India memiliki porsi sebesar 16% dari total rencana penambahan kapasitas tambang batu bara baru di seluruh dunia.

Baca juga: Didukung Musim Dingin, Begini Prospek Saham Emiten Batubara

Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi netral saham emiten batu bara dengan saham pilihan teratas PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) lewat target harga Rp 4.500. ADRO memilliki beragam keunggulan, seperti inisiatif diversifikasi bisnis yang akan memberikan fleksibilitas pendanaan bagi perseroan dalam jangka panjang.

Target Saham Emiten Batubara

Saham

Rekomenasi

Harga (Rp)

Target harga (Rp)

PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)

buy

3.740

4.500

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

hold

41.050

43.000

PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

hold

3.650

3.800

PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

buy

179

240


 


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com