Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi kegiatan di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Perseroan)

Ilustrasi kegiatan di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Perseroan)

Periode Lock Up Berakhir, Sejumlah Investor Justru Buru Saham GOTO

Kamis, 1 Des 2022 | 11:19 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Periode penguncian saham (lock-up) saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi berakhir pada 30 November 2022. Artinya seluruh pemegang saham perseroan bisa memperdagangkan saham GOTO mulai hari ini.

Berakhirnya periode penguncian saham GOTO tidak mengurangi minat investor terhadap saham ini, meskipun saham perusahaan teknologi raksasa Indonesia ini dibuka langsung auto reject bawah (ARB) dengan penurunan Rp 10 (6,62%) menjadi Rp 141.

Baca juga: Kolaborasi dengan Operator Taksi Terbesar Singapura Perkuat Fundamental Bisnis GOTO

Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 10.00 WIB, Kamis (1/12/2022), total volume transaksi saham GOTO telah mencapai 585 juta saham atau dengan nilai transaksi mencapai Rp 82,58 miliar. Nilai rata-rata transaksi tersebut hampir sama dengan periode sebelum lock up saham dibuka.

Advertisement

Sedangkan dari sisi volume perdagangan saham, GOTO menempati urutan ketiga terbesar di BEI sampai pukul 10.00 WIB. Total saham yang ditransaksikan mencapai 1,12 miliar saham. Mengacu ke data ini, artinya total saham GOTO yang diperjualbelikan masih di bawah 2% dari total saham yang sudah dilepas gemboknya.

Seperti diketahui, sebelum periode lock up berakhir, jumlah saham yang diperdagangkan di pasar hanya 40,61 miliar atau 3.43% dari saham tercatat sebanyak 1.18 triliun. Setelah lock up selesai, jumlah saham beredar bertambah 745,67 miliar lembar. Jumlah ini mengacu ke kepemilikan investor GOTO kategori lain-lain atau investor dengan jumlah saham di bawah 5%.

Baa juga: Breakeven Bisa Lebih Cepat, Intip Target Saham GOTO

Lalu, bagaimana pergerakan saham teknologi di bursa global? Berdasarkan data semalam, indeks Wall Street ditutup melesat. Indeks Dow Jones menguat 2,18%, indeks S&P500 naik 3,09%, dan Nasdaq menguat 4,41%. Faktor utama penguatan indeks didukung kenaikan saham sektor teknologi.

Lonjakan bursa reli Wall Street di Amerika Serikat (AS), khususnya indeks Nasdaq, didukung atas pernyataan Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell untuk mengonfirmasi kenaikan suku bunga yang lebih kecil pada Desember 2022.

Baca juga: Kuartal III, GTV GOTO Tembus Rp 161 Triliun

Nikkei 225 di Jepang naik 1,13%, indeks Topix naik 0,25%. Di Korea Selatan, Kospi naik 0,77% sedangkan S&P/ ASX 200 di Australia naik 0,82% pada perdagangan pagi Asia. Di Tiongkok, analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Caixin/ Markit berada di level 48,9 untuk November, yang akan menandai kontraksi bulan ketiga berturut-turut.

Gubernur Fed Jerome Powell mengatakan, dirinya percaya pada jalan menuju pendaratan “lunak” (soft landing). Bahkan, jika jalan tersebut telah menyempit selama setahun terakhir. “Saya ingin terus percaya bahwa ada jalan menuju pendaratan yang lunak atau melunak. Tugas kita adalah mencoba mencapainya, dan saya pikir itu masih bisa dicapai. Jika Anda melihat sejarahnya, itu bukan hasil yang mungkin, tapi saya hanya akan mengatakan ini adalah keadaan yang berbeda,” kata Powell di Brookings Institution, Kamis (1/12).

Sebelumnya, Analis Mandiri Sekuritas Andrian joezer dan Ryan Aristo dalam riset terbarunya menyebutkan, GOTO berpeluang meraih breakeven lebih cepat, dibandingkan perkiraan semula. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah indikator setelah manajemen merilis laporan kinerja keuangan hingga kuartal III-2022.

Dengan keberhasilan perseroan menunjukkan perbaikan hampir seluruh indikator keuangan sampai kuartal III-2022, Mandiri Sekuritas memperkirakan margin kontribusi positif GOTO akan terwujud lebih cepat menjadi kuartal III-2023 atau paling lambat kuartal IV-2023, dibandingkan perkiraan semula kuartal I-2024. Sedangkan EBITDA positif diperkirakan membutuhkan waktu 12-15 bulan setelah margin kontribusi positif terwujud. Sedangkan segmen layanan service on demand Gojek, menurut dia, telah mencapai margin kontribusi pada September 2022 atau 7 bulan lebih cepat dari jadwal semula.

Mandiri Sekuritas juga menyebutkan GOTO telah berhasil menghemat sekitar 14% dari biaya tetap atau penghematan Rp 144 miliar. Maka total penghematan Januari-September 2022 diprediksi mencapai Rp 1,2 triliun. Penghematan tersebut diproyeksikan berlanjut setelah manajemen memutuskan pengurangan sebanyak 1.300 karyawan.

Terkait kinerja keuangan tahun ini, Mandiri Sekuritas memprediksi, GTV GOTO diperkirakan mencapai level Rp 613-619 triliun atau bertumbuh sekitar 18,2-22,6%. Sedangkan pendapatan kotor dperkirakan mencapai Rp 22,6-23 triliun, dan CM/GTV diprediksi mencapai -1,09 hingga – 1,06%. Berbgai fakor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 415.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com