Menu
Sign in
@ Contact
Search
Investor melihat pergerakan saham menggunakan telepon seluler. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Investor melihat pergerakan saham menggunakan telepon seluler. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Pilarmas: Fenomena Window Dressing Ditunggu Investor, Lima Saham Calon Cuan Tebal 

Jumat, 2 Des 2022 | 07:45 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, fenomena window dressing menjadi salah satu momentum ditunggu investor di bulan ini. Berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi menguat terbatas pada perdagangan Jumat (2/12/2022). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.996 – 7.108. Lima saham calon cuan tebal jelang akhir pekan. Diantaranya GDST dan INDF.

Pada perdagangan Kamis (1/12/2022), IHSG ditutup melemah sebesar 60 poin (0,85%) ke level 7.020. Sektor keuangan, teknologi, konsumen primer, Kesehatan, konsumen non primer, infrastruktur bergerak negatif dan mendominasi penurunan IHSG.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, memasuki bulan akhir di 2022, fenomena window dressing menjadi salah satu momentum yang ditunggu oleh para investor. Hal ini seiring dengan momentum musiman akhir tahun ini digunakan para fund manager untuk mempercantik portfolio-nya. Strategi tersebut pun sudah mulai dilakukan memasuki kuartal akhir, namun puncaknya ada di Desember.

Baca juga: Itama Ranoraya Proyeksikan Pendapatan Rp 763,6 Miliar pada 2022

Advertisement

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, jika melihat kinerja IHSG pada bulan Desember dalam 20 tahun terakhir, memang return IHSG selalu positif dengan rata-rata 4,36% dan tertingginya pada Desember 2003 sebesar 12,12%. Apabila ditarik rata-rata dalam 10 tahun terakhir, return yang dicatatkan IHSG sebesar 3,01% dengan tertingginya pada Desember 2017 sebesar 6,78% dan diikuti pada Desember 2020 sebesar 6,53%.

“Kalau kita coba tarik ke belakang di mana saat Indonesia dilanda pandemi pertama kali pada 2020, memang pertumbuhan investor cukup luar biasa. Bahkan, pergerakan pasar ditopang oleh investor ritel. Penurunan harga saham kala itu cukup menarik perhatian bahkan hingga mencatatkan kenaikan investor baru di mana menopang pertumbuhan pergerakan pasar,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Jumat (2/12/2011).

Baca juga: Phintraco Sekuritas: Sentimen Bervariasi, Cermati Peluang Akumulasi Beli Saham-saham Bank

Pilarmas Investindo Sekuritas memandang, momentum musiman window dressing berpotensi meningkatkan daya tarik investor yang dapat kembali mempengaruhi dinamika pasar sebagaimana dalam beberapa bulan terakhir IHSG bergerak konsolidasi. Saham yang kami lihat berpotensi mengalami kenaikan di tengah momentum window dressing yaitu saham dengan likuiditas atau kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun dan diikuti oleh fundamental yang baik atau dalam hal ini masuk dalam kategori blue chip.

“Hal ini bisa dilihat dari sejumlah indeks yang memiliki konstituen dengan fundamental baik seperti LQ45, IDX30 dan indeks dengan fundamental dan likuiditas baik lainnya,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Jika review di sepanjang tahun ini, Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, IHSG berhasil mencatatkan return sebesar 7% dengan sektor energi masih memimpin penguatan sebesar 84,25% dan diikuti saham industri sebesar 21,34%, transportasi & logistik sebesar 12,57%, konsumen primer sebesar 11,82% dan kesehatan sebesar 8,04%. Sementara, sektor lainnya belum mampu outperform terhadap IHSG. Di samping investasi portfolio, investasi langsung pun tampak cukup optimis di dalam negeri. Hal ini seiring dengan kuatnya kondisi makro ekonomi dalam negeri yang didorong oleh tingginya permintaan ekspor dan penguatan dollar di tengah sejumlah tantangan.

Baca juga: Saham-saham Inggris Merosot, Jerman dan Prancis Lanjutkan Menguat

Bahkan, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, aliran modal asing yang masuk ke investasi langsung tumbuh cukup kuat di sepanjang tahun 2022 melihat ekonomi dalam negeri yang pulih, ekspansifnya perusahaan, potensi sumber daya alam yang besar dan pasar yang besar yang didukung oleh tingkat populasi yang tinggi. Tahun depan pun yang dinilai akan cenderung sulit dengan potensi perlambatan ekonomi global, namun pemerintah masih optimis dengan investasi langsung ke dalam negeri dengan target sebesar Rp 1.400 triliun di 2023 dengan catatan adanya stabilitas politik menimbang tahun depan sudah memasuki tahun politik.

“Kemudahan dalam hal perizinan berinvestasi di dalam negeri pun terus diupayakan agar Indonesia mendapat kesempatan di tengah banyak negara yang berebut untuk memperoleh investasi langsung untuk menggerakkan ekonominya,” jelas Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan lima saham calon cuan tebal jelang akhir pekan. Kelima saham tersebut adalah GDST, INDF, PGAS, PNLF, INKP.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com