Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: Perseroan)

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: Perseroan)

Sentimen Lock Up Bersifat Sementara, GOTO Berpeluang Rebound

Jumat, 2 Des 2022 | 20:04 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang mengalami tekanan jual setelah berakhirnya masa lock up period pada 30 November lalu, dinilai sejumlah pelaku pasar memberikan peluang kepada investor untuk meraih gain yang lebih besar di masa depan. Pergerakan harga saham yang abnormal adalah peluang terbaik untuk akumulasi.

Direktur Equator Swarna Capital Hans Kwee menilai saham GOTO yang memerah beberapa hari hari terakhir di tengah isu lock up period lebih didorong penjualan investor ritel. Investor lama dan yang membeli di waktu IPO biasanya sudah memahami risiko bisnis dan punya horizon investasi yang lama.

Baca juga: Intip Daftar Rekomendasi dan Target Harga Saham GOTO

“Sehingga, menjual saham teknologi di periode bunga mulai naik dan cenderung tinggi adalah tidak tepat. Harga saat ini tidak optimal bagi investor karena masalah sentimen ekonomi. Investor yang lama berinvestasi di GOTO pasti lebih sabar menanti harga saham lebih optimal,” kata Hans dalam keterangannya, Jumat (2/12/2022).

Advertisement

Meski harga saham GOTO menyentuh ARB, sejumlah investor tetap melakukan pembelian. Data RTI mencatat, broker favorit investor Asing JP Morgan aktif menampung saham GOTO hingga 500 juta saham pada perdagangan kemarin. Akumulasi juga ditunjukkan broker Mirae Asset Sekuritas dan sekuritas lainnya. Pada perdagangan kemarin, investor asing melakukan aksi jual dan beli hingga Rp 1,8 triliun. Sisanya dalam volume lebih kecil dilakukan oleh investor domestik.

Baca juga: Sama-sama Pemimpin Pasar, GoPay dan GoFood Dorong Percepatan Profitabilitas GOTO 

Hans juga mengatakan investor baru yang membeli pasti sudah melakukan evaluasi secara cermat, termasuk potensi bisnis di masa yang akan datang sehingga mereka melihat penurunan harga saat ini bisa jadi sebuah momentum untuk akumulasi. “Karena penurunan harga akan membuat saham yang punya fundamental bagus menjadi terlihat lebih menarik,” kata Hans.

Sementara itu, analis MNC Sekuritas Andrew Susilo menyarankan investor untuk mencermati teknikal saham GOTO, terutama jika sudah memasuki fase jenuh jual (oversold). “Tidak mungkin harga bergerak hanya satu arah, pasti ada titik baliknya. Ini justru peluang yang bagus. Lagipula, selama pelanggan naik Gojek, memesan GoFood, belanja di Tokopedia dan membayar menggunakan Gopay, maka tidak perlu khawatir berlebihan,” jelasnya.

Sementara itu, konsensus Bloomberg hingga saat ini menunjukkan sebanyak 11 dari 20 analis dalam memiliki target rata-rata harga saham ini selama 12 bulan di level Rp 292,88 per saham. Harga tersebut 125% lebih tinggi dibandingkan harga pada penutupan Jumat siang sebesar Rp 132 per saham.

Dengan situasi saat ini, 11 analis tersebut merekomendasikan beli saham GOTO. Sementara 4 analis menyarankan hold dan 5 analis dalam konsensus Bloomberg itu lebih merekomendasikan jual kepada investor.

Sementara itu, para investor yang telah berinvestasi di GOTO menilai penurunan yang terjadi pada saham GOTO dalam beberapa hari ini lebih dipengaruhi oleh reaksi berlebihan pasca lock up period berakhir. Selain itu, sentimen negatif yang masih terjadi pada saham-saham teknologi di seluruh dunia ikut mempengaruhi keputusan investor untuk melepas sahamnya.

Baca juga: Kolaborasi dengan Operator Taksi Terbesar Singapura Perkuat Fundamental Bisnis GOTO

Co-Founder dan Managing Partner East Ventures Willson Cuaca percaya bahwa kinerja GOTO akan terus membaik, sehingga berdampak positif terhadap fundamental bisnis dan penguatan harga sahamnya. "Pasti membaik, karena hasil laporan terakhir membaik," kata Willson dalam pernyataannya ke media.

Dalam risetnya, Research Analyst Deutsche Bank AG Reena Verma Bhasin juga tetap merekomendasikan saham GOTO dengan target harga Rp 250 per saham dalam 12 bulan ke depan.

Bhasin menilai kinerja GOTO di kuartal III/2022 jauh diatas ekspektasi. Hal itu didorong oleh bisnis on-demand akibat take-rate yang lebih kuat dan promosi yang lebih rendah. Keputusan GOTO untuk menetapkan acuan belanja operasional baru di tengah biaya beban pekerja dan overhead yang lebih rendah juga bakal berdampak positif terhadap kinerja perseroan.

Baca juga: Efek Monetisasi dan Efisiensi, Kinerja GoTo Q3 Lebihi Ekspektasi

“Target harga kami tidak berubah Rp 250 per saham. Kami tetap merekomendasikan beli di tengah ekspektasi kinerja bottom line yang lebih baik dan berkurangnya kekhawatiran pembiayaan eksternal," tulis Bhasin dalam risetnya.

Para analis melihat bahwa harga saham GOTO saat ini undervalued. Seiring hilangnya sentimen lock up period, saham ini diyakini bakal mengalami rebound. Situasi yang sama pernah terjadi pada saham-saham teknologi seperti Meituan, Coupang dan Zomato.

Itu sebabnya, sejumlah investor strategis GOTO tetap optimistis harga saham di pasar akan segera mengikuti kinerja fundamental GOTO yang terus menanjak.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com