Menu
Sign in
@ Contact
Search
Sawit pipilan. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Sawit pipilan. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Pekan lalu Merosot 4%, Bagaimana Harga CPO Sepekan ini?

Senin, 5 Des 2022 | 05:32 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pada pekan lalu, harga CPO merosot hingga 4%. Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives periode 25 November – 2 Desember 2022. Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2022 turun 155 Ringgit Malaysia (3,97%) menjadi 3.905 Ringgit Malaysia per ton. kontrak pengiriman CPO untuk Januari 2023 rontok 185 Ringgit Malaysia (4,71%) menjadi 3.929 Ringgit Malaysia per ton.

Sedangkan kontrak berjangka CPO pengiriman Februari 2023 terkoreksi 188 Ringgit Malaysia (4,76%) menjadi 3.952 Ringgit Malaysia per ton. Maret 2023 merosot 188 Ringgit Malaysia (4,74%) menjadi 3.964 per ton.

Sementara itu, Kontrak berjangka CPO pengiriman April 2023 jatuh 184 Ringgit Malaysia (4,66%) menjadi 3.945 Ringgit Malaysia per ton. Serta, Mei 2023 turun 169 Ringgit Malaysia (4,31%) menjadi 3.917 Ringgit Malaysia per ton. 

Baca juga: Harga CPO Turun Dua Hari Beruntun

Advertisement

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pergerakan harga CPO sepekan ini akan bergantung pada rilisnya beberapa indikator di pasar. Indikator yang dipantau antara lain rilisnya data ekspor CPO Malaysia untuk periode awal Desember, perkembangan situasi di Indonesia terkait kebijakan ekspor CPO, perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok, dan juga situasi pasar minyak nabati.

“Harga CPO sepekan ini diperkirakan akan berada di level resistance 4.500 – 4.700 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan level support di harga 3.800 – 3.600 Ringgit Malaysia per ton.

Selain itu, lanjut Yoga, saat ini uji coba untuk biodiesel B40 telah memasuki tahap akhir. Dari berita ini mengindikasikan potensi peningkatan program mandatori biodiesel yang berjalan saat ini, dan kemungkinan dapat dilakukan pada tahun depan. Untuk dampaknya, hal ini tentu akan menjadi katalis positif bagi harga CPO.

Baca juga: Tak Ganggu Kebutuhan Pangan Lokal, Minyak Sawit untuk Biodisel Perlu Terus Dikembangkan

“Karena artinya akan terjadi peningkatan konsumsi dalam negeri, dan sekaligus pengurangan volume ekspor Indonesia dalam bentuk CPO ke pasar global,” jelas Yoga.

Yoga menyebut, hingga akhir tahun, kemungkinan harga CPO akan menemui level resistance di kisaran harga 4.700 – 5.000 Ringgit Malaysia per ton. Apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga 3.500 – 3.200 per ton.

Lebih lanjut Yoga menjelaskan, harga CPO pekan ini akan banyak dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak kedelai. Hal ini melihat dari situasi Covid-19 di Tiongkok yang sudah menunjukkan tanda-tanda mereda, maka ada kemungkinan akan menjadi pendongkrak untuk penguatan harga minyak kedelai.

Baca juga: Sawit RI Masih Dominasi Pasokan Minyak Nabati Global 2023

“Untuk indikator yang dipantau adalah situasi Covid-19 di Tiongkok, situasi jalur pelayaran Laut Hitam, dan situasi pasar CPO,” tambahnya.

Menurut Yoga, harga minyak kedelai pada pekan ini akan berada di level resistance terdekat berada di kisaran harga US$ 75 - 77 per pounds dan level support terdekat di harga US$ 70 - 68 per pounds.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com