Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV)

PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV)

2023, Inocycle Alokasikan Capex US$ 6 Juta

Selasa, 6 Des 2022 | 01:05 WIB
Yunia Rusmalina (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id – PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 6 juta pada 2023. Sumber pendanaan capex akan berasal pinjaman perbankan dan kas internal perusahaan.

Direktur Inocycle Technology Victor Choi mengatakan, dana capex tersebut dialokasikan untuk membangun pabrik recycling center dan washing facilities di kota kecil dan menengah di Indonesia. “Pabrik RePSF yang ada di Medan diperkirakan bisa berproduksi secara komersil pada kuartal I-2023,” ujar Victor dalam keterangan resminya, Senin (5/12).

Inocycle merupakan perusahaan yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik (PET) menjadi recycled polyester staple fiber (RePSF). Dengan rampungnya pabrik RePSF Medan, penambahan kapasitas produksi diperkirakan sebesar 23% terhadap total kapasitas produksi yang sekarang yaitu 40.000 ton per tahun.

INOV berkomitmen untuk terus memproduksi produk recycled yang bukan saja lebih ramah lingkungan, tetapi juga memiliki kualitas yang menyamai produk virgin plastic. Dengan standar kualitas yang tinggi tersebut, produk-produk INOV menjadi core material bagi berbagai industri manufaktur. 

Advertisement

Saat ini, INOV mengoperasikan tiga pabrik pembuatan produk daur ulang serat staple buatan di Tangerang, Solo, dan Mojokerto dengan pabrik pengolahan sampah botol plastik atau washing facility di Solo, Mojokerto, Medan, dan Gowa, Makassar. 

Selain itu, INOV mengoperasikan dua pabrik untuk industri bukan tenunan atau non-woven di Salatiga dan Palembang. Pada tahun 2021, INOV menambah dua pabrik bukan tenunan atau non-woven di Kabupaten Gowa dan Takalar, serta washing facility di kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. 

INOV melihat pasar daur ulang plastik akan terus tumbuh seiring peningkatan permintaan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan produk daur ulang. Pertumbuhan pendapatan didorong oleh kenaikan volume penjualan RePSF, di mana produk RePSF masih menjadi growth catalyst di periode sembilan bulan dengan membukukan penjualan sebesar Rp 378,13 miliar.

Pada kuartal III-2022, Inocycle membukukan penjualan sebesar Rp 533,9 miliar, tumbuh 15% dibanding periode sama tahun lalu Rp 464,6 miliar. Pertumbuhan penjualan tersebut sejalan dengan proyeksi perseroan bahwa penjualan dapat tumbuh 15% tahun ini.

“Penjualan INOV sejauh ini berjalan sesuai dengan ekspektasi kami, bisa tumbuh 15%. Artinya, manajemen memiliki perhitungan yang tepat akan potensi pertumbuhan pasar,” ujar Victor.

Meski pendapatan naik, INOV masih mencatatkan rugi tahun berjalan Rp 8,79 miliar. Sebelumnya INOV bukukan total rugi bersih sebesar Rp 25,6 miliar. Terkait situasi makroekonomi global yang tidak menentu, terutama terkait volatilitas kurs dan kenaikan harga komoditas, biaya-biaya yang harus ditanggung perseroan meningkat lebih tinggi daripada peningkatan penjualan. Beban pokok penjualan meningkat sebesar 17%, sedangkan beban usaha naik sebesar 21%. (c01)

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com