Menu
Sign in
@ Contact
Search
Karyawati melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawati melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Bikin IHSG Memerah, Inflasi AS Masih Jadi Kekhawatiran Pasar

Kamis, 8 Des 2022 | 04:00 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Direktur Equator Swarna Capital Hans Kwee mengatakan, IHSG memerah yang terjadi selama dua hari berturut-turut diakibatkan kekhawatiran pasar akan inflasi Amerika Serikat (AS) yang berkepanjangan.

“Sebenarnya tanda-tanda penakan pasar ini sudah terlihat dari data Non Farm Payroll AS dimana menunjukan pertumbuhan tenaga kerja dan penciptaan lapangan kerja di AS terus bertumbuh diluar perkiraan,” jelasnya kepada Investor Daily, Rabu (8/12/2022).

Menurut Hans, hal ini akan meningkatkan inflasi dan memungkinkan The Fed untuk kembali menaikan suku bunga hingga level 6-7%. Proyeksi ini di atas ekspektasi para pelaku pasar yang memperkirakan kenaikan suku bunga hanya terbatas pada 5% dan segera melandai setelah itu.

Baca juga: Bayan (BYAN) Geser Bank Mandiri, Low Tuck Kwong Bakal Salip Duo Hartono?

Advertisement

“Padahal sebelumnya, tanda-tanda inflasi yang terkendali sudah mulai terlihat dengan adanya peningkatan suku bunga namun dengan keluarnya data tersebut merubah pendirian para pelaku pasar dan menyebabkan pasar global terkoreksi termasuk IHSG,” ujarnya.

Meski demikian, menurut Hans indeks masih berpeluang untuk rebound ke level 7.000. Asalkan The Fed memutuskan untuk menahan kenaikan suku bunga dan tetap pada level 5%. Ia juga mengungkapkan, bahwa koreksi IHSG tidak lama dan hanya akan bertahan selama beberapa hari kedepan. Potensi penguatan juga ditopang asing yang masih membukukan buy disaat keluar dari obligasi Indonesia.

“Kami perkirakan IHSG pada tahun ini masih mampu mencapai level 7.100 sampai 7.200. Biasanya IHSG akan reli pada 2 minggu terakhir di Desember 2022 oleh aksi window dressing,” jelasnya.

Baca juga: Pertamina Geothermal IPO Lebih Dulu, Pertamina Hulu Butuh Dana Rp 90 Triliun

Menjelang akhir tahun, Hans merekomendasikan saham komoditas batu bara dan energi seperti ADRO dengan target harga Rp 4.020-4.250, ITMG Rp 44.650-45.650, HRUM Rp 1.865-4.530, BUMI Rp 199-246, BMRI Rp 11.000, BBCA Rp 10.000, BBRI Rp 5.000 dan BBNI Rp 10.000.

Sementara itu, Investment Analyst Infovesta Capital Advisory Fajar Dwi Alfian mengatakan, pelemahan yang terjadi pada indeks seiring dengan rilisnya data ekonomi Amerika Serikat (AS) selama dua hari berturut-turut yang menunjukkan data ekonomi yang kuat, dimana tingkat upah masih tumbuh, serta data indeks PMI Sektor Jasa yang jauh melebihi ekspektasi. Dengan data tersebut, membuat outlook inflasi AS masih akan tinggi dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed secara agresif kembali muncul.

"Yield obligasi AS juga sudah kembali naik ke level di atas 3,6% dari 3,4% di akhir pekan lalu," papar Fajar.

Baca juga: Bayan (BYAN) Naik ke Peringkat 3, Bank Mandiri (BMRI) Disalip!

Ia melanjutkan, ada beberapa sentimen yang mampu membawa IHSG kembali menghijau, yakni aksi window dressing yang biasanya dilakukan oleh para Manajer Investasi menjelang tutup tahun. Selain itu, penguatan indeks akan terjadi apabila ekspektasi kenaikan suku bunga AS melemah dan juga rencana pembukaan ekonomi kembali dari Tiongkok juga diyakini mampu menjadi obat ampuh IHSG.

"Window dressing masih berpotensi untuk terjadi, namun jika melihat sentimen-sentimen negatif dari global yang masih cukup kuat, mungkin kenaikannya tidak akan seagresif seperti sebelumnya," ujarnya.

Saat IHSG memerah, Fajar merekomendasikan para investor untuk melakukan averaging down dan buy on weakness kepada saham-saham berfundamental solid. Salah satunya, BBCA yang harganya kini sedang terdiskon. "Investor bisa mencermati sektor banking terutama big 4 banks, serta emiten di sektor energi, seiring dengan sentimen memasuki musim dingin, sehingga meningkatkan akan permintaan komoditas energi," pungkasnya. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com