Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi harga minyak

ilustrasi harga minyak

Harga Minyak Tergelincir Hingga 3%

Kamis, 8 Des 2022 | 06:31 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id - Harga minyak tergelincir pada akhir perdagangan Rabu (7/12/2022). Mencatat penurunan untuk empat hari berturut-turut, tertekan oleh meningkatnya kekhawatiran atas lemahnya permintaan setelah data pemerintah AS menunjukkan peningkatan besar tak terduga dalam stok bahan bakar.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari kehilangan US$ 2,24 (3%) menjadi menetap di US$ 72,01  per barel di New York Mercantile Exchange, menandai penyelesaian kontrak bulan depan terendah sejak 21 Desember 2021, menurut Dow Jones Market Data.

Baca juga: Rusia Berpotensi Tetap Memasok ke Pasar, Harga Minyak Meredup

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari merosot US$ 2,18 (2,8%) menjadi ditutup pada US$ 77,17 per barel di London ICE Futures Exchange, juga penyelesaian terendah sejak Desember lalu.

Advertisement

Harga minyak telah terpukul baru-baru ini di tengah kecemasan bahwa kondisi ekonomi makro yang memburuk akan melumpuhkan permintaan energi.

Data AS pada Rabu (7/12/2022) menunjukkan peningkatan besar stok bensin dan bahan bakar sulingan AS menambah kekhawatiran tentang berkurangnya permintaan bahan bakar.

Baca juga: Minyak Merosot ke Level Pra-krisis Ukraina

Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (7/12/2022) melaporkan bahwa total persediaan bensin AS meningkat sebesar 5,3 juta barel selama pekan yang berakhir 2 Desember, dan persediaan bahan bakar sulingan melonjak sebesar 6,2 juta barel. Analis yang disurvei oleh survei S&P Global Commodity Insights memperkirakan laporan tersebut menunjukkan kenaikan 2,9 juta barel untuk bensin dan 1,9 juta barel untuk sulingan.

Peningkatan stok bahan bakar melebihi penarikan 5,2 juta barel dalam stok minyak mentah. American Petroleum Institute (API) telah melaporkan penarikan persediaan minyak mentah sekitar 6,4 juta barel, menurut sumber pasar. Sementara itu, menurut EIA, persediaan minyak mentah komersial AS turun 5,2 juta barel pekan lalu.

Baca juga: Tiongkok Isyaratkan Pelonggaran Lebih Lanjut, Minyak Ikut Menguat

Memberikan beberapa dukungan terhadap harga minyak, Tiongkok mengumumkan perubahan paling besar pada rezim anti-Covid sejak pandemi dimulai. Sementara kantor berita RIA mengutip wakil menteri luar negeri Rusia yang mengatakan bahwa Rusia khawatir tentang penumpukan kapal tanker minyak di Selat Bosphorus.

Impor minyak mentah Tiongkok pada November naik 12% dari setahun sebelumnya ke level tertinggi dalam 10 bulan, data menunjukkan.

Sementara itu, setidaknya 20 kapal tanker minyak yang mengantri dari Turki menghadapi lebih banyak penundaan untuk menyeberang dari pelabuhan Laut Hitam Rusia ke Mediterania karena operator berlomba untuk mematuhi aturan asuransi baru Turki yang ditambahkan menjelang batas harga G7 pada minyak Rusia, sumber industri mengatakan pada Selasa (6/12/2022).

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com