Kamis, 30 Maret 2023

Sebar 10 Ribu Mesin Pintar, WIR Group (WIRG) Klaim Kantongi 140 MoU

Muawwan Daelami
11 Jan 2023 | 13:15 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi metaverse. (Foto: PT WIR Asia Tbk - WIRG)
Ilustrasi metaverse. (Foto: PT WIR Asia Tbk - WIRG)

JAKARTA, investor.id - Emiten Metaverse, PT WIR Asia Tbk (WIRG) atau Wir Group mengklaim telah meneken sebanyak 140 perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) di sejumlah sektor.

Chief Sales Marketing Officer WIR Group (WIRG) Gupta Sitorus mengungkapkan, sektor-sektor yang sudah mencapai penandatanganan MoU tersebut di antaranya meliputi bidang edukasi, perbankan, fashion, dan fast-moving consumer goods (FMCG).

"Jadi, sebenarnya hampir semua sektor memiliki potensi yang sama untuk menggunakan tren metaverse dan masing-masing mempunyai use case yang berbeda-beda," jelas Gupta dalam media briefing kolaborasi WIR Group di World Economic Forum (WEF) 2023 dikutip, Rabu (11/1/2023).

Gupta mencontohkan industri musik. Menurut Gupta, para artis bisa memanfaatkan metaverse untuk mendesain konser. Demikian pula, industri perbankan di mana bank-bank bisa membangun customer sevice di metaverse.

Baca juga: Saham-saham Ini Masuk Daftar Paling Cuan, WINE Memimpin  

Sebagai emiten yang bergerak di industri teknologi, WIRG pun mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk mewakili Indonesia di ajang internasional, WEF, yang berlangsung di Davos, Swiss pada 16-20 Januari 2023. 

Kepercayaan itu didapat di samping karena perseroan memiliki mitra dan sekitar 1.000 proyek di luar negeri, di sisi yang lain, perseroan juga ingin terus meningkatkan jaringan (networking).

"Jadi, jaringan dengan negara lain ini penting dan kami membawa nama Indonesia. Sekaligus kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia punya kemampuan untuk membangun Artificial Intelligence (AI), Augmented Reality (AR), dan lain-lain. Ini  menjadi hal penting bagi Indonesia," tegas Gupta.

Baca juga: Perusahaan Teknologi (IRSX) Mau IPO, Laba Bersihnya Melesat 879%

Di Swiss nanti, Gupta mengaku, WIRG juga ingin turut memberikan sumbangsih kepada negara melalui instrumen teknologi sehingga hal ini diharapkan bisa berdampak positif bagi negara dalam upaya membangkitkan gairah investasi.

"Kedatangan kita ke Davos, tidak punya maksud apa-apa, selain berkontribusi kepada negara. Namun, networking dan exposure dalam level apa pun akan sangat bermanfaat bagi kami sebagai perusahaan," imbuhnya.

Sebar 10 Ribu Mesin Pintar

Dalam kesempatan tersebut, Gupta juga menuturkan, perseroan sudah menyebarluaskan produk teknologinya berupa 2.000 mesin pintar ke minimarket seperti Alfarmat.

Mengingat, mesin pintar itu menggunakan Internet of Things (IoT), mesin tersebut juga dilengkapi dengan fitur-fitur seperti kamera dan microphone yang bisa menjadi alat bantu bagi brand untuk mendongkrak penjualan. Selain itu, mesin pintar itu juga memiliki media placement, bahkan bisa berperan sebagai sales promotion girl (SPG).

Tahun ini, Gupta berencana melipatgandakan jumlah mesin pintar tersebut sekitar 10 ribu dan fungsinya akan terus dieksplor seperti di bandara untuk self-check in pada saat keberangkatan dan membeli simcard pada saat kedatangan.

"Jadi, mesin pintar ini dia bisa diadaptasi dan di-customize sesuai fungsinya. Ekosistem inilah yang kami coba eksplor bagaimana mesin pintar AI bisa membantu brand untuk membantu penjualan mereka," tutup Gupta.

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Finance 36 menit yang lalu

Sri Mulyani: Pemerintah Waspadai Dampak Penutupan SVB ke Sektor Keuangan Domestik

Bank-bank di Indonesia hampir tidak ada yang memegang obligasi AS, sehingga dampak langsung penutupan SVB tidak terasa.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Respons Keputusan FIFA, Erick Thohir: Saya Sudah Berjuang Maksimal

Keputusan FIFA sebagai lembaga tertinggi sepak bola dunia dengan 211 anggota dari berbagai belahan dunia, tidak bisa diganggu gugat.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Impian Indonesia Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Akhirnya Kandas

Potensi sanksi bagi Indonesia belum diputuskan FIFA.
Business 2 jam yang lalu

Ini Keuntungan Memakai Mobil Hybrid saat Mudik Lebaran 

Menjelang Lebaran 2023, berikut keuntungan menggunakan mobil hybrid selama mudik.
Business 2 jam yang lalu

Kadin, ALFI, dan LIP Kolaborasi Program Vokasi & Kompetensi SDM Logistik

Kadin Indonesia merangkul ALFI dan LSP LIP untuk melaksanakan program pendidikan dan pelatihan.
Copyright © 2023 Investor.id