Menu
Sign in
@ Contact
Search
Waskita Karya

Waskita Karya

Waskita Karya (WSKT) Incar Kontrak Baru Rp 26 T 

Kamis, 19 Jan 2023 | 04:20 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mengincar nilai kontrak baru (NKB) tahun 2023 sebesar Rp 26 triliun, naik 5% dari estimasi 2022 sebesar Rp 25 triliun.

SVP Corporate Secretary Waskita Novianto Ari Nugroho menyampaikan, kontrak baru perseroan tahun 2023 termasuk proyek di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. “Di IKN, kami akan fokus pada proyek segmentasi bangunan dan jalanan," jelas Novianto kepada Investor Daily, Rabu (18/1/2023).

Dia menegaskan, sampai saat ini, perolehan kontrak perseroan di IKN mencapai Rp 4,16 triliun, yang sebagian besar berasal dari proyek gedung dan jalan.

Baca juga: XL Axiata (EXCL) Percepat Pembayaran Utang Rp 5 T

Tender proyek yang dimenangkan Waskita, kata dia, antara lain Gedung Sekretariat Negara dan bangunan pendukung, kemudian jalan tol IKN Segmen Sp. Tempadung-Jembatan Pulau Balang, Jalan Lingkar Sepaku segmen 4, pembangunan IPAL 1,2,3 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, Pembangunan Bangunan Gedung, dan Kawasan Kantor Kementerian Koordinator paket 3 dan 4.

Sementara itu, di pasar luar negeri, Novianto menyebutkan, perseroan tengah menggarap proyek jalan dan jembatan di Timor Leste senilai Rp 322 miliar. "Dalam menyasar pasar luar negeri, kami fokus di pasar Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika," imbuh Novianto.

Bila dicermati, target pertumbuhan NKB Waskita pada tahun 2023 lebih moderat, dibandingkan tahun lalu yang melesat hingga 100%.

Baca juga: PP Presisi (PPRE) Raih Penghargaan Atas Kinerja Gemilang Di Proyek Weda Bay

Sementara itu, research analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Sia Nawir menuturkan, saat ini, Waskita mengalami tekanan likuiditas yang cukup ketat.

"Jadi, sepertinya, setelah restrukturisasi utang, Waskita akan melakukan restrukturisasi keuangan lainnya," ujar Sia kepada Investor Daily.

Dia memprediksi arus kas perseroan membaik, sejalan dengan perolehan penyertaan modal negara (PMN). Selain menjadi bagian dari strategi penyehatan keuangan, dengan PMN, perseroan bisa menyelesaikan proyek yang sedang berjalan.

Baca juga: Metrodata (MTDL) Incar Pendapatan Rp 1 Triliun

"Dukungan utama pemerintah untuk menghidupkan kembali proyek infrastruktur menjadi katalis utama emiten konstruksi seperti Waskita," tambahnya.

Advertisement

Kendati demikian, dia tetap mewaspadai perkembangan kinerja Waskita ke depan. Sebab, sejumlah ancaman seperti resesi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat, pemilu 2024 bakal membuat investor wait and see. Ini diperparah oleh kenaikan harga bahan baku konstruksi, dan kenaikan cost of fund sebagai akibat dari kenaikan suku bunga kredit perbankan. 

"Semuanya, berpotensi menghambat laju kinerja bisnis konstruksi," tandas Sia.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com