Menu
Sign in
@ Contact
Search
Petugas membersihkan lantai di depan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/UthanAR)

Petugas membersihkan lantai di depan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/UthanAR)

Harga Saham Emiten Batu Bara Kompak Parkir di Zona Hijau

Sabtu, 21 Jan 2023 | 05:30 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Harga saham emiten-emiten batu bara dengan market cap jumbo seperti PT Bayan Resources Tbk, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) kompak parkir di zona hijau pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (20/1).

Berdasarkan pantauan Investor Daily dari data RTI, harga saham BYAN ditutup Rp 21.675, melejit 7,97% dari harga pembukaan sebesar Rp 19.950. Bersamaan dengan itu, harga saham ADRO juga menguat sebesar 0,31% menjadi Rp 3.240 dibandingkan harga penutupan sebelumnya sebesar Rp 3.230

Tidak ketinggalan, harga saham ADMR yang memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp 72,3 triliun ikut terapresiasi sebesar 2,61% menjadi Rp 1.770 setelah dibuka di posisi Rp 1.725. Termasuk harga saham emiten tambang pelat merah yakni ITMG yang naik sebesar 4% menjadi Rp 38.325.

Baca juga: 45 Perusahaan Siap IPO Jaring Dana Rp 49,5 T

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar mengamati, peningkatan harga saham emiten-emiten batu bara di pengujung pekan ini lebih disebabkan oleh naiknya permintaan batu bara dari India dan menurunnya produksi dari Tiongkok.

Sementara perihal langkah Australia yang berencana menerapkan aturan Domestic Market Obligation (DMO), Bisman melihat, aturan tersebut pasti akan berpengaruh kepada pasar global. Hal ini mengingat Australia merupakan negara pengekspor terbesar kedua setelah Indonesia, sehingga dari sisi pasokan dan harga bakal tertekan. 

"Khusus bagi Indonesia dampaknya tidak begitu besar. Mungkin, pengaruhnya sedikit ke permintaan karena pasokan global berkurang 10% DMO Australia," jelas Bisman kepada Investor Daily, Jumat (20/1).

Baca juga: Humpuss Intermoda (HITS) Gelar Transaksi Rp 1,19 Triliun

Biarpun dampaknya insignifikan ke Indonesia, tapi menurut Bisman, aturan DMO itu akan memberikan sentimen positif bagi emiten-emiten batu bara. Situasinya justru akan berbalik bilamana Tiongkok betul-betul membuka kran impor batu bara dari Australia yang otomatis bakal memengaruhi permintaan Tiongkok terhadap Indonesia.

Secara terpisah, Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani mencermati, peningkatan harga saham-saham batu bara ditopang oleh meningkatnya permintaan batu bara yang sudah diekspektasikan terjadi tahun ini dan masih kokohnya nilai ekspor termasuk ke pasar Tiongkok.

"Apalagi, saham-saham batu bara sebelumnya sudah mengalami penurunan harga cukup lumayan sejak awal tahun akibat ketidakpastian Tiongkok yang mengalami lonjakan kasus Covid, sampai menekan permintaan energi. Tapi sekarang mulai rebound," jelas dia.

Baca juga: BUMI Dapat Sentimen Positif Ini, Target Harga Sahamnya Tinggi

Advertisement

Karena itu, Arjun merekomendasikan kepada para investor untuk masuk ke saham batu bara. Sebab, saat ini sentimen dan potensi sektor tersebut masih cukup positif.

Menguat Teknikal

Menanggapi kenaikan harga saham BYAN, ADRO, ADMR, dan ITMG, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga memproyeksikan bahwa secara teknikal, saham BYAN masih berpeluang menunjukkan performa menguat dengan resistance di level 24.800 dan support 20. 700.

Baca juga: Saham Batu Bara Bergerak Bervariasi, Apakah masih Ada Peluang Cuan Tahun Ini?

"Penguatan ini didukung dari pergerakan MACD yang berpeluang golden cross," ucap pria yang akrab disapa Didit ini saat dihubungi Investor Daily kemarin.

Sama dengan BYAN, saham ADRO juga Didit perkirakan masih berpeluang menguat secara terbatas untuk menguji resistance di 3.320 sampai 3.430 dengan support di level 3.050. Demikian pula dengan saham ADMR yang berpeluang menguat dalam jangka pendek dengan didominasi volume pembelian dan MACD yang kuat. Adapun level support saham ADMR diperkirakan berada di 1.665 dan resistance di 1.840.

"ITMG juga masih berpotensi berjaya dengan MACD yang sudah golden cross ke arah Rp 40.000-41.000 dengan support 36.600 dan resistance 39.650," tandas Didit.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com