Menu
Sign in
@ Contact
Search
Aktivitas karyawan di main hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)

Aktivitas karyawan di main hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)

Net Buy Lagi, Asing Serok Saham GOTO

Selasa, 24 Jan 2023 | 20:03 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Investor asing kembali mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/1/2023). Dengan demikian, net buy asing sudah terjadi selama tiga hari perdagangan secara berturut-turut.

Pada Selasa (24/1), net buy asing di seluruh pasar sebesar Rp 156,6 miliar. Sebelumnya, pada Jumat (20/1) mencapai Rp 331,5 miliar dan Kamis (19/1) senilai Rp 709 miliar. Alhasil, net buy dalam tiga hari perdagangan terakhir mencapai Rp 1,19 triliun.

Dengan begitu, total transaksi jual bersih (net sell) asing sepanjang tahun berjalan ini terus menyusut jadi Rp 4,36 triliun.

Baca juga: Ssttt! Kekayaan Hermanto Tanoko Ternyata Setara Martua Sitorus dan TP Rachmat

Advertisement

Sementara itu, di tengah pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebanyak 14,07 poin (0,2%) ke level 6.860,8, investor asing terpantau memburu sejumlah saham.

Berdasarkan data yang disajikan RTI, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) adalah saham yang paling banyak diserok asing di pasar reguler pada Selasa (24/1). Net buy pada saham GOTO mencapai Rp 208,8 miliar. Harga GOTO naik Rp 5 (4,3%) ke level Rp 119.

Baca juga: Erajaya (ERAA) Makin Berambisi, Target Harga Saham Tinggi

Net buy juga terjadi pada beberapa saham berikut dengan nilai yang relatif lebih kecil, yaitu saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp 87,5 miliar, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 23,7 miliar, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 17,9 miliar, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Rp 17,3 miliar.

Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger MM mengungkapkan, kembalinya asing ke pasar saham domestik berhubungan erat dengan kondusivitas pasar dan kenaikan suku bunga acuan.

Baca juga: General Atlantic Masuk Cimory (CMRY), Target Harga Saham Makin Gurih?

"Jika kenaikan bunga The Fed sudah sesuai target dan kondisi pasar kondusif, asing akan bertahap kembali ke pasar saham Indonesia. Tentu, ini perlu didukung dengan data perekonomian Indonesia yang kuat," ujar Roger.

Sementara itu, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, koreksi wajar IHSG hari ini merupakan momentum yang dapat dimanfaatkan oleh investor untuk mengakumulasi saham dengan tujuan investasi jangka panjang. Dia pun memprediksi IHSG pada Rabu (25/1) masih terkonsolidasi, dengan kisaran pergerakan 6.714-6.921.

Pemodal bisa mencermati saham GGRM, ASII, BBNI, AALI, TBIG, ASRI, SMGR, dan AKRA.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com