Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi harga minyak, REUTERS/Fabian Bimmer

Ilustrasi harga minyak, REUTERS/Fabian Bimmer

Minyak Naik Didukung Isyarat OPEC+ Pertahankan Produksi

Rabu, 25 Jan 2023 | 10:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Harga minyak terpantau naik pada Rabu pagi (25/1/2023). Didukung oleh isyarat dari OPEC+ untuk mempertahankan tingkat produksinya. Selain itu, proyeksi positif dari IEA dan penghentian produksi di unit kilang terbesar kedua di Venezuela turut memberikan dukungan pada harga minyak.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, OPEC dan sekutunya diperkirakan akan menjaga output produksi di tingkat saat ini saat bertemu pada 1 Februari mendatang, ungkap lima sumber OPEC+ pada hari Selasa. Adapun yang menjadi dasar pertimbangan tersebut adalah harapan permintaan Tiongkok yang lebih tinggi akan mendorong kenaikan harga minyak, namun diimbangi oleh kekhawatiran atas inflasi dan perlambatan ekonomi global.

Baca juga: Harga Minyak Bakal Menguat, Ini Faktor Pendorongnya

“Selain itu, aliansi 23 negara produsen itu juga sedang menunggu untuk melihat dampak penuh dari sanksi Uni Eropa (UE) terhadap Rusia yang merupakan negara anggotanya,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Rabu (25/1/2023).

Advertisement

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung pergerakan harga, permintaan minyak global pada tahun 2023 diproyeksikan akan naik ke rekor 101.7 juta bph, yang didukung oleh kecepatan pemulihan ekonomi Tiongkok serta dampak sanksi UE terhadap ekspor minyak Rusia yang berpotensi menyebabkan pasokan pasar yang lebih ketat, ungkap International Energy Agency (IEA) dalam Laporan Pasar Minyak bulan Januari yang dirilis hari Selasa.

Baca juga: Dilanda Aksi Profit Taking, Harga Minyak Tergelincir 2%

“Laporan IEA tersebut sekaligus menguatkan laporan yang dirilis pekan lalu oleh OPEC, yang sama-sama memperkirakan laju positif pada pertumbuhan permintaan minyak dunia di tahun 2023,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Tim Research and Development ICDX menyebut, sentimen positif lainnya datang dari berita dihentikannya produksi di unit kilang terbesar kedua di Venzuela selama sekitar 25 hari, yang disebabkan oleh kegagalan pada kilang Cardon yang memproduksi bensin dengan kapasitas pengolahan sebesar 45 ribu bph, ungkap empat pekerja di fasilitas tersebut pada hari Selasa.

Perusahaan minyak milik negara PDVSA telah berupaya meningkatkan produksinya dalam beberapa bulan terakhir, namun masih gagal memenuhi permintaan dan memaksa warga menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bensin, terutama di luar ibu kota negara Caracas.

Baca juga: Minyak Naik Terdorong Permintaan Tiongkok dan Sanksi Terhadap Rusia

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX mengatakan, persediaan minyak mentah AS dalam sepekan melonjak naik sebesar 3.38 juta barel, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 20 Januari. Meski demikian, pasar masih menantikan angka resmi versi pemerintah yang akan dirilis malam nanti oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA).

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 77 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com