Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi aset kripto, diambil pada 24 Januari 2022. (FOTO: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Ilustrasi aset kripto, diambil pada 24 Januari 2022. (FOTO: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Inflasi Turun, Pasar Kripto Mulai Ngegas

Rabu, 25 Jan 2023 | 11:15 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Memasuki tahun 2023 pasar Kripto menunjukkan optimismenya dengan adanya kenaikan harga di tengah berbagai tekanan. Dirangkum dari analisis pasar mingguan dari tim Pintu Academy, sepekan terakhir terdapat beberapa faktor yang memengaruhi harga Kripto, diantaranya turunnya inflasi hingga perkiraan suku bunga yang akan naik.

Baca juga: Pasar Kripto Masih Perkasa, Bitcoin Lanjut Menguat

Dikutip dari analisis pasar Pintu Academy, dari segi analisis makroekonomi dilansir data dari Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Rabu minggu lalu menunjukkan bahwa Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat turun hampir 18,0% year-on-year pada pertengahan 2022 menjadi 6,2% pada akhir tahun. Baik bagian barang maupun jasa dari PPI mengalami penurunan inflasi. Hal ini memberikan ruang bagi Federal Reserve (Fed) untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga.

Terkait kenaikan suku bunga, berdasarkan jajak pendapat Reuters pekan lalu, mayoritas ekonom di Amerika Serikat memperkirakan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan berikutnya.

Advertisement

Baca juga: Waspada, Pasar Kripto Terlihat Ada Potensi Koreksi

Chief Marketing Officer PINTU Timothius Martin menjelaskan, pergerakan pasar Kripto pekan lalu merangkak naik dan saat ini berada di atas garis resistensi Moving Average (MA) 200 minggu. Menurut, “Ini merupakan indikasi positif di mana sebelumnya hampir empat bulan lamanya pasar Kripto berada di bawah garis resistensi tersebut,” ungkapnya, Rabu (25/1/2023).

Adapun dari sisi grafik harian, indikator Relative Strength Index (RSI) suatu indikator yang menentukan kondisi pasar sedang overbought atau oversold menunjukkan bahwa aset Kripto Bitcoin (BTC) saat ini tengah overbought yaitu kondisi di mana harga sudah mengalami kenaikan signifikan dan telah mencapai titik jenuh.

Baca juga: Aset Kripto LINK Jadi Metode Pembayaran pada Platform NFT Global DOSI

Menurut Timothius, dampak dari indikator tersebut diperkirakan akan ada kemungkinan pembalikan harga dalam jangka pendek dan BTC harus mengonfirmasi pada titik support di harga US$ 19.500 dan US$18.000 sebelum kemungkinan adanya kenaikan harga.

“Performa aset Kripto awal tahun 2023 berangsur positif, namun Bitcoin dan Ethereum saat ini berada di dekat titik resistensi, sehingga pergerakan pasar masih perlu dipantau karena sangat penting dalam menentukan arah investasi pada jangka pendek maupun menengah,” tutup Timo.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com