Menu
Sign in
@ Contact
Search
Proses muat batubara ke tongkang di Pelabuhan Musi 2 yang dikelola PT RMK Energy Tbk. RMKE memiliki kapasitas muat batubara ke tongkang hingga 25 juta

Proses muat batubara ke tongkang di Pelabuhan Musi 2 yang dikelola PT RMK Energy Tbk. RMKE memiliki kapasitas muat batubara ke tongkang hingga 25 juta

RMK Energy (RMKE) Bidik Laba Bersih Rp 558 Miliar

Kamis, 26 Jan 2023 | 05:00 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT RMK Energy Tbk (RMKE) menargetkan pendapatan sebesar Rp 3,2 triliun dan laba bersih Rp 558,6 miliar tahun ini. Seiring dengan itu, perseroan akan menggenjot penjualan batu bara menjadi 3 juta metrik ton (mt) dan volume pengangkutan batu bara 10,8 juta mt.

Direktur Keuangan RMK Energy (RMKE) Vincent Saputra mengatakan, pihaknya optimistis permintaan batu bara masih tinggi, terutama untuk batu bara kalori rendah. Alasannya, ekonomi Indonesia maupun dunia belum pulih sepenuhnya, sehingga batu bara kalori rendah menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri maupun dunia.

Baca juga: Daftar Saham Kandidat Kuat Penghuni Baru LQ45

“Permintaan batu bara berkalori rendah masih tumbuh signifikan dan memiliki harga yang cenderung stabil tahun 2022,” ujar Vincent kepada Investor Daily, Rabu (25/1/2023).

Advertisement

Vincent melanjutkan, permintaan batu bara kalori rendah yang meningkat diperkirakan terus berlanjut dalam beberapa tahun mendatang. Soalnya, biaya pengadaan batu bara ini lebih rendah untuk memenuhi kebutuhan energy security yang mendesak saat ini. Kondisi ini menjadi peluang yang baik bagi RMK Energy yang saat ini masih fokus untuk memberikan pelayanan jasa logistik tanpa hambatan untuk batu bara berkalori rendah.

“Manajemen masih optimistis kinerja keuangan perseroan tumbuh sampai tercapainya keseimbangan antara energi fosil dan terbarukan dan ekonomi dunia telah pulih di level pre-Covid-19,” jelas dia.

Baca juga: PGN (PGAS) Gunakan LNG untuk Sektor Transportasi

Vincent menuturkan, target produksi batu bara itu belum memasukkan tambahan volume dari sinergi RMK Energy dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), yang baru saja ditandatangani pada Desember 2022. Kedua pihak menandatangani nota kesepahaman untuk menggarap 2,5 juta ton batu bara.

“Produksi tersebut diproyeksikan dapat ditingkatkan hingga 1 juta ton setiap tahun mulai tahun 2023,” sebut dia.

Dalam kerja sama ini, grup RMK Energy atau afiliasinya akan membangun dan merawat hauling road mulai dari tambang Bukit Asam, menyediakan jasa logistik batu bara dari proses loading & unloading angkutan kereta api, stockpile services, loading tongkang/barge hingga transshipment menuju kapal induk.

Baca juga: Penyaluran KUR BRI (BBRI) Tembus Rp 909 T

Perseroan, kata dia, berharap kolaborasi dengan PTBA dapat menyempurnakan sinergi kedua pihak bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam mengimplementasikan pengangkutan batu bara yang seamless di Sumatera Selatan. Sejalan dengan itu, RMK Energy menyiapkan belanja modal hingga Rp 350 miliar. Penggunaannya mencakup penyelesaian pembangunan hauling road sepanjang 30 kilometer ke Enim dan hauling road 40 kilometer ke Lahat.

Vincent menambahkan, perseroan terbuka untuk dapat membagikan dividen dengan kebijakan pembagian dividen sebanyak-banyaknya 20% dari laba bersih tahun berjalan dan dengan mempertimbangkan kesehatan keuangan serta rencana pengembangan usaha perseroan di masa depan.

Prospek Saham Batu Bara

Sementara itu, BNI Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight saham batu bara di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tahun lalu, Indonesian Coal Index (ICI) 2-4 berkisar US$ 86-171 per ton, sejalan dengan proyeksi BNI Sekuritas, sedangkan ICI 1 US$ 244 per ton, di bawah estimasi. Adapun harga batu bara acuan tahun lalu US$ 276 per ton, di bawah proyeksi sekuritas ini.

Baca juga: Peter Sondakh, Orang Terkaya yang Obral Saham Taksi Express (TAXI)

“Atas dasar itu, kinerja keuangan kuartal IV-2022 emiten batu bara bisa memberikan kejutan,” tulis BNI Sekuritas.

Sepanjang 2023, saham-saham batu bara berguguran, di mana saham ADRO turun paling dalam. Saham sektor batu bara ini diperdagangkan dengan EV/EBITDA 2023 sebesar 1,8 kali. Itu artinya, terlalu banyak risiko yang dimasukkan ke harga saham batu bara saat ini.

BNI Sekuritas masih memprediksi pemain batu bara tetap menghasilkan arus kas kuat tahun ini. Artinya, dividen diprediksi tetap besar, kendati laba bersih menurun.

“Kami menyukai saham ADRO dan PTBA, karena memiliki eksposur tinggi batu bara kalori menengah, yang harganya diprediksi stabil tahun ini,” tulis BNI Sekuritas.


 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com