Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Prodia Widyahusada Tbk. Foto: prodia.co.id

PT Prodia Widyahusada Tbk. Foto: prodia.co.id

Prodia (PRDA) Ekspansi Gerai Baru dan Layanan Digital

Kamis, 26 Jan 2023 | 05:15 WIB
Yunia Rusmalina (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) berencana menambah dua outlet mandiri di pulau Jawa pada 2023. Selain itu, perseroan fokus mengembangkan layanan digital melalui anak usaha barunya, PT Prodia Digital Indonesia (PRDI).

Direktur Utama Prodia Widyahusada (PRDA) Dewi Mulianty mengatakan, Prodia memang tidak berencana menambah cabang baru dalam skala besar ke depannya. Hal ini lantaran cakupan cabang yang telah menjangkau seluruh provinsi.

“Kami berencana menyiapkan dua outlet baru. Memang kami tidak mau terlalu ekspansif di penambahan outlet, karena kami ingin memperbesar kanal digital. Sementata itu dengan kanal digital, akses konsumen akan mudah,” ungkap Dewi dalam keterangannya, Rabu (25/01/2023).

Baca juga: RMK Energy (RMKE) Bidik Laba Bersih Rp 558 Miliar

Advertisement

Di sisi lain, Prodia ingin fokus mengembangkan kanal digital melalui PRDI. Sampai akhir 2022, Prodia Mengelola 152 cabang mandiri yang tersebar di 34 provinsi. Perseroan juga mengoperasikan layanan yang bekerja sama dengan beberapa rumah sakit sehingga outlet kumulatif mencapai 276 unit.

Saat ini, Prodia bersama induk usahanya PT Prodia Utama, mendirikan anak usaha baru dengan total modal dasar senilai Rp 1 triliun yakni Prodia Digital atau PRDI, yang bergerak di bidang aktivitas jasa informasi. Prodia memang tengah fokus mengembangkan layanan berbasis digital Prodia  beberapa tahun terakhir yang dirancang dengan memperhatikan customer journey dan patient-centric model.

Baca juga: PGN (PGAS) Gunakan LNG untuk Sektor Transportasi

“Pemanfaatan digitalisasi diharapkan membantu menjangkau pelanggan yang lebih luas dan mendukung performa bisnis secara keseluruhan,” tutur Dewi.

Pada 2022, Prodia Widyahusada menargetkan kontribusi pendapatan dari layanan digital dan Home Service sebesar 16% sampai 18%. Sedangkan  kontribusi pasar digital tahun lalu berkisar di 11% sampai 12% .

Baca juga: Penyaluran KUR BRI (BBRI) Tembus Rp 909 T

“Kontribusi diharapkan meningkat pada 2023 seiring dengan penyempurnaan layanan dan inovasi yang disiapkan,” ungkap dia.

Adapun untuk alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) 2023, Prodia kembali menyiapkan anggaran dengan nominal yang kurang lebih sama dengan 2022 yakni Rp 200 miliar sampai Rp 250 miliar. Capex akan digunakan untuk melanjutkan otomatisasi dan modernisasi fasilitas-fasilitas laboratorium sehingga lebih efisien.

“Kami harapkan 2023 pertumbuhan kinerja bisa kembali seperti sebelum pandemi yakni 9 hingga 10% atau bahkan lebih. Sektor kesehatan melanjutkan pertumbuhan karena awareness masyarakat juga meningkat,” kata Dewi. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com