Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kripto. (Pixabay)

Kripto. (Pixabay)

Pasar Kripto Tertekan, Bitcoin Fluktuatif

Kamis, 26 Jan 2023 | 07:31 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pasar kripto tertekan menyusul prospek pendapatan perusahaan teknologi Microsoft Corp yang menekan sentimen investor. Bitcoin kemungkinan akan berfluktuatif pada perdagangan Kamis (26/1/2023).

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan, Bitcoin mengalami penurunan beruntun pertama kalinya sejak 2023. “Menyusul prospek pendapatan perusahaan teknologi Microsoft Corp yang menekan sentimen investor,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Kamis (26/1/2023).

Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Rabu minggu lalu menunjukkan bahwa Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat turun hampir 18,0% year-on-year pada pertengahan 2022 menjadi 6,2% pada akhir tahun. Baik bagian barang maupun jasa dari PPI mengalami penurunan inflasi. Hal ini memberikan ruang bagi Federal Reserve (Fed) untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga.

Baca juga: Pasar Kripto Masih Perkasa, Bitcoin Lanjut Menguat

Advertisement

Terkait kenaikan suku bunga, berdasarkan jajak pendapat Reuters pekan lalu, mayoritas ekonom di Amerika Serikat memperkirakan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan berikutnya.

Berdasarkan data Coingecko pada Rabu (25/1/2023) pukul 13.05 WIB, harga Bitcoin melemah 2% dalam 24 jam terakhir ke level US$22.683,87. Selain itu, Ethereum, Cardano hingga Avalanche, juga masuk zona merah.

Analis dan komisaris  PT.Orbi Trade Berjangka  Vandy Cahyadi mengatakan, aset digital adalah salah satu dari sekian banyak instrumen investasi yang menguat pada awal tahun 2023 karena adanya spekulasi bahwa bank sentral akan memperlambat atau bahkan menghentikan kenaikan suku bunga acuan dalam beberapa bulan ke depan.

Baca juga: Hati-hati! Bitcoin Berpotensi Fluktuatif

“Kekecewaan pasar atas perkiraan Microsoft merembet ke mata uang digital kripto. Hal ini karena aset kripto memiliki keterkaitan yang cukup kuat dengan saham-saham berbasis teknologi,” jelas Vandy.

Vandy menambahkan, platform perdagangan sosial Alpha Impact Hayden Hughes menilai aksi short covering yang kemungkinan mendorong Bitcoin melonjak 36 % bulan ini kemungkinan akan mereda. Harga mulai berbalik arah karena hedge fund memasuki kembali posisi short setelah libur akhir pekan.

Baca juga: Delapan Tahun Berturut-turut, Bitcoin Naik Saat Tahun Baru Imlek

"Aset-aset berisiko ini hampir seperti mencoba menahan pelemahan sepanjang tahun 2023. Pasar sekarang berpikir ulang tentang seberapa mereka mampu untuk mendorong aset naik." lanjutnya.

Fokus sekarang pada data PDB kuartal keempat AS yang akan dirilis pada hari Kamis, yang diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut tentang jalur ekonomi terbesar dunia tersebut.

Pasar juga semakin tidak pasti atas waktu pemulihan ekonomi Tiongkok tahun ini. Sementara negara mengurangi sebagian besar pembatasan anti-Covid, itu juga bergulat dengan wabah Covid-19 yang terburuk, yang berpotensi menunda pemulihan ekonomi.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com