Sabtu, 25 Maret 2023

2023, BCA (BBCA) Tetapkan Capex Rp 8,7 T

Zsazya Senorita
3 Feb 2023 | 05:20 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Gedung BCA (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Gedung BCA (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menetapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 8,7 triliun pada tahun ini. Alokasi tersebut melonjak 40% dibanding realisasi capex sepanjang 2022 senilai Rp 5,8 triliun.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA (BBCA)  Hera F Haryn menjelaskan, penetapan anggaran tersebut sejalan dengan rencana perseroan untuk menambah infrastruktur data center baru. Pengembangan pusat data bertujuan mendukung mobile & internet banking yang berkembang pesat pada volume transaksi dan ekspansi bisnis BCA.

“Selain itu, kami akan terus berinvestasi untuk ribuan mesin EDC (electronic data capture), ekspansi pembukaan kantor cabang, hingga sejumlah mesin ATM Setor Tarik baru yang akan tersebar di banyak titik di Indonesia,” papar Hera kepada Investor Daily, Selasa (31/1/2023).

Baca juga: Hermina (HEAL) Ekpansi Rumah Sakit di IKN Rp 250 Miliar

Dia menambahkan, total volume transaksi yang diproses BCA naik 36,8% (yoy) mencapai 24,1 miliar transaksi pada 2022. Hal ini sejalan dengan penambahan jumlah rekening nasabah sebesar 6,2 juta menjadi 34,7 juta.

Selain itu, BCA juga berkomitmen memutakhirkan standar keamanan, manajemen risiko, dan liability serta accountability untuk proteksi data. Hal ini disesuaikan dengan risk appetite BCA, perkembangan cyber threat landscape, dan ketentuan regulator.

Baca juga: 2023, Tahun Kebangkitan Saham Teknologi dan Bank Digital

“Kami senantiasa berkomitmen untuk memastikan hadirnya platform perbankan transaksi yang aman dan nyaman. Sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi basis nasabah dan jumlah transaksi yang terus bertumbuh,” ujar Hera.

Baru-baru ini, BCA Digital mengincar sekitar 20 ribu pengguna MRT Jakarta menjadi nasabah perseroan. Target ini optimistis dicapai dari kerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam kolaborasi antarplatform digital, yaitu penerapan layanan bank as a service (BaaS) blu di aplikasi MRT-J.

Baca juga: BEI: 38 Perusahaan Siap gelar IPO, Target Dana Rp 48 T

Kerja sama ini merupakan bentuk perluasan akses banking for everyone. Sekaligus mendukung peningkatan infrastruktur teknologi MRT Jakarta sebagai operator transportasi publik dengan menjadi bagian dari ekosistem blu by BCA Digital.

Direktur Utama BCA Digital Lanny Budiati mengatakan, kerja sama ini merupakan salah satu upaya Blu untuk terus memperluas ekosistem digitalnya.

“Dengan terintegrasinya layanan perbankan blu di dalam aplikasi MRT-J, nasabah dapat dengan mudah melakukan kegiatan perbankan di mana saja dan kapan saja. Semoga dengan demikian, blu bisa menjadi sahabat finansial bagi para pengguna MRT-J dalam mencapai financial goals mereka,” kata Lanny, Senin (30/1/2023).

Baca juga: Bisnis Bundamedik (BMHS) Tumbuh 20% per Tahun

Belum lama ini, BBCA juga baru saja mengumumkan laporan keuangannya sepanjang 2022, yang mencatatkan total laba bersih Rp 40,7 triliun atau naik 29,6% (yoy). Raihan tersebut telah melampaui estimasi atau setara dengan 105,2% dari perkiraan Samuel Sekuritas Indonesia dan setara dengan 104,7% dari perkiraan konsensus analis.

“Pencapaian yang memuaskan ini terutama didukung cost of credit (CoC) yang lebih rendah menjadi 0,7% atau di bawah perkiraan 1%. Begitu juga dengan biaya provisi yang lebih rendah pada 2022, dibandingkan tahun 2021,” tulis analis Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi dan Prasetya Gunadi dalam risetnya.

Tahun ini, emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut meyakini bahwa pertumbuhan kredit berlanjut tahun ini. Hal itu didukung kondisi makro ekonomi yang lebih stabil dan prediksi rupiah menguat tahun ini.

Baca juga: 

BCA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 11,7 triliun pada kuartal IV-2022, yang mendongkrak laba bersih setahun penuh 2022 ke angka Rp 40,7 triliun. Kinerja ini melebihi proyeksi analis yakni setara 105,2% proyeksi Samuel Sekuritas dan 104.7% estimasi konsensus. Pencapaian yang memuaskan ini terutama didukung oleh CoC yang lebih rendah yakni 0,7% di 2022 dari perkiraan BCA sebesar 1%.

Setelah hanya mencatat biaya provisi sebesar Rp 190 miliar pada kuartal III-2022, BCA berhasil melanjutkan tren positif tersebut dengan membukukan biaya provisi sebesar Rp 609 miliar di kuartal IV-2022, jauh lebih rendah dari kuartal IV-2021 sebesar Rp 1,7 triliun, karena BBCA mampu mengurangi LAR-nya.

Segmen korporasi tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit di kuartal IV-2022, tumbuh 12,5% (YoY). Dalam analyst meeting, manajemen BCA menekankan keyakinannya bahwa pertumbuhan kredit akan meningkat tahun ini, karena lingkungan ekonomi makro di Indonesia diperkirakan tetap sehat dan rupiah diantisipasi akan menguat tahun ini.

 

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 12 menit yang lalu

Bantuan Operasional Pendidikan Dini Islam Rp381 Miliar Bakal Cair

Pencairan BOP RA tahap I. akan diperuntukkan bagi 28.841 RA seluruh Indonesia.
Lifestyle 45 menit yang lalu

Ajinomoto Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup di Adeging Pura Mangkunegaran 2023

PT Ajinomoto Indonesia mengajak masyarakat untuk bisa menerapkan pola hidup sehat di Adeging Pura Mangkunegaraan 2023
Business 1 jam yang lalu

Senangnya Pedagang Tanah Abang, Omzet Melesat 80% Setelah PPKM Dicabut

Memasuki hari ketiga di bulan Ramadan, kondisi Pasar Tanah Abang sudah kembali dibanjiri pengunjung.
Market 1 jam yang lalu

Tembus Rp 25,43 T, Emisi Obligasi dan Sukuk Terus Bergeliat di 2023

BEI mencatat total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2023 adalah 20 emisi dari 19 emiten senilai Rp 25,43 triliun.
National 2 jam yang lalu

Provinsi Jawa Barat Waspadai Penyebaran Polio

Dari sampel yang dikirim pada 14 Maret 2023, Dinkes Jabar dan Dinkes Purwakarta mendapat laporan hasilnya positif virus polio tipe 2 VDVP.
Copyright © 2023 Investor.id