Minggu, 28 Mei 2023

Akhir Maret, Waskita Precast (WSBP) Mulai Bayar Utang

Thresa Sandra Desfika
8 Feb 2023 | 12:35 WIB
BAGIKAN
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). (Foto: Ist)
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). (Foto: Ist)

JAKARTA, investor.id - Seiring dengan efektifnya perjanjian perdamaian PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) yang ditandai dengan putusan kasasi oleh Mahkamah Agung pada 20 September 2022 lalu, kini WSBP bersiap untuk memenuhi komitmen pembayaran kas pertama untuk kewajiban pokok maupun bunga kepada para kreditur.

Pembayaran  akan dilaksanakan pada minggu keempat bulan Maret yang akan datang.

Sesuai dengan ketentuan restrukturisasi yang disepakati dengan para kreditur, WSBP berkomitmen untuk melakukan pembayaran menggunakan kas atau CFADS (cash flow available for debt services) untuk sebagian porsi pokok kewajiban kepada supplier serta kewajiban bunga kepada kreditur perbankan.

Sementara itu, WSBP juga berkomitmen untuk melaksanakan pembayaran kupon kepada pemegang obligasi sesuai skema perjanjian perdamaian, namun implementasinya akan bergantung pada keputusan rapat umum pemegang obligasi (RUPO) yang akan dilaksanakan pada 15 Februari 2022.

CFADS akan dibayarkan setiap 6 bulan sejak perjanjian perdamaian berlaku efektif hingga periode jatuh tempo untuk masing-masing kreditur. Adapun jumlah kewajiban yang hendak dibayarkan kepada kreditur akan terlebih dahulu diaudit oleh kantor akuntan publik (auditor) independen yang ditunjuk berdasarkan hasil voting para kreditur.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko WSBP Asep Mudzakir menerangkan bahwa pelaksanaan pembayaran ini adalah implementasi komitmen WSBP untuk menyelesaikan seluruh kewajibannya kepada para kreditur.

“WSBP menghargai kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan para kreditur dalam proses PKPU lalu,” jelas Asep dalam keterangan resmi, Rabu (8/2/2023).

Asep melanjutkan bahwa WSBP akan fokus pada penyediaan kas dalam rangka pembayaran secara rutin per 6 bulanan. Strategi yang diambil oleh WSBP adalah memastikan bahwa setiap pelaksanaan order atau project mendapatkan margin keuntungan yang baik, mempercepat kas masuk dari penagihan piutang, dan cash management termasuk upaya-upaya efisiensi.

Selain pembayaran melalui kas perusahaan, WSBP juga dalam proses pelaksanaan aksi korporasi untuk konversi utang supplier menjadi ekuitas (saham) dan konversi utang obligasi menjadi obligasi wajib konversi. Kedua aksi korporasi tersebut termasuk dalam skema penyelesaian kewajiban kepada para kreditur.

Vice President Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto menerangkan bahwa WSBP membutuhkan persetujuan pemegang obligasi untuk melakukan addendum perjanjian perwaliamanatan (PWA) dalam RUPO sebagai salah satu milestone penting penyelesaian kedua aksi korporasi di atas.

“Sesuai ketentuan perjanjian perdamaian, harga pelaksanaan konversi utang menjadi ekuitas ditentukan menggunakan formula VWAP 45 hari,” jelas Fandy.

“Perhitungan VWAP 45 hari dapat dilakukan setelah suspensi saham WSBP dicabut,” tambahnya.

Seperti diketahui, Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan beberapa syarat pembukaan suspensi saham  Waskita Beton Precast, salah satunya adalah penyelesaian atas default pemenuhan salah satu kewajiban kupon obligasi WSBP yang menjadi trigger suspensi.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Dapatkan info hot pilihan seputar ekonomi, keuangan, dan pasar modal dengan bergabung di channel Telegram "Official Investor.ID". Lebih praktis, cepat, dan interaktif. Caranya klik link https://t.me/+ijaEXDjGdL1lZTE1, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 1 menit yang lalu

Antisipasi Kejahatan Siber, Warga Sikka Ikut Pelatihan Perlindungan Data Pribadi 

Skor indeks keamanan siber Indonesia naik dari 38,96 poin di tahun 2022, menjadi 63,64 pada April 2023.
Market 36 menit yang lalu

Ini Fokus Hibank Besutan BNI

PT Bank Mayora sebagai anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) telah resmi berubah nama menjadi PT Bank Hibank Indonesia.
Business 37 menit yang lalu

Teken MoU, RI dan Raksasa Mobil Listrik BYD Jajaki Kerja Sama Investasi  

Indonesia ingin mengembangkan ekosistem kendaraan listrik sehingga dapat menjadi pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara,
Market 2 jam yang lalu

Nasabah Prioritas Berpotensi Meningkat, Mandiri Sekuritas Luncurkan MOST Priority

Mandiri Sekuritas meluncurkan MOST Priority. Hal ini seiring pertumbuhan investor pasar modal terus meningkat. 
International 3 jam yang lalu

Biden dan McCarthy Berbicara Soal Kesepakatan Plafon Utang AS

Presiden AS Joe Biden dan anggota kongres Kevin McCarthy melakukan pembicaraan melalui telepon soal kesepakatan plafon utang
Copyright © 2023 Investor.id