Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini. Foto: BeritasatuPhoto/Uthan AR

Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini. Foto: BeritasatuPhoto/Uthan AR

6 Saham Baru Masuk dalam Daftar Efek Transaksi Margin & Shortsell Terbaru BEI

Mashud Toarik, Jumat, 28 Februari 2020 | 15:14 WIB

JAKARTA, Investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) memperbaharui daftar efek (saham) yang bisa ditransaksikan dalam transaksi margin dan shortsell oleh Anggota Bursa. Ketentuan ini berlaku mulai perdagangan tanggal 2 Maret 2020.

Berdasarkan Pengumuman yang disampaikan BEI pada, Jumat 28 Februari 2020 tedapat 155 saham memenuhi kriteria sebagai efek yang dapat ditransaksikan sebagai transaksi margin bagi Aanggota Bursa (AB) yang memiliki Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) minimal Rp 250 miliar. Sementara bagi AB dengan MKBD di bawah Rp 250 miliar hanya diperkenankan melakukan transaksi margin pada 45 efek terdaftar.

Adapun saham yang masuk dalam Daftar Efek dengan pembiayaan penyelesaian transaksi efek bagi nasabah oleh perusahaan efek yang mengakibatkan posisi short (shortsell) ditetapkan sebanyak 117 saham.

Pengumuman yang ditandatangan oleh Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Irvan Susandy dan PH Kepala Divisi Riset BEI Vitri Herma Susanti menyebutkan, dari daftar baru yang dirilis tersebut terdapat 6 saham baru yang masuk ke dalam Daftar Efek yang dapat ditransaksikan dengan pembiayaan penyelesaian transaksi efek bagi nasabah oleh Perusahaan Efek (secara marjin) dan terdapat 5 saham baru yang masuk ke dalam Daftar Efek dengan pembiayaan penyelesaian transaksi efek bagi nasabah oleh Perusahaan Efek yang mengakibatkan posisi short.

“Namun terdapat 11 saham yang keluar dari Daftar Efek Marjin dan 8 saham yang keluar dari Daftar Efek Shortsell, tulis pengumuman tersebut.

Adapun enam saham yang baru yang masuk dalam Daftar Efek Margin tersebut terdiri dari  PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR). PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI), PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM) dan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE).

Sementara saham baru yang masuk dalam daftar short sell terdiri dari ADHI, AMRT, BJBR, MARI dan TEBE.

Saham-saham  yang keluar dari dari daftar efek margin terdiri dari Sentul City Tbk BKSL), Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII), Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD), M Cash Integrasi Tbk (MCAS), NFC Indonesia Tbk (NFCX), Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP), Selamat Sempurna Tbk (SMSM), Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE), Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA), Guna Timur Raya Tbk (TRUK)  dan Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO).

Sebagian dari saham yang keluar dari daftar efek margin tadi juga sekaligus keluar dari daftar efek shortsell yaitu BKSL, FOOD, MCAS, NFCX, SMSM, TELE, TRUK dan YELO.    

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN