Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

8-10 Perusahaan Masuk Pipeline IPO

Minggu, 9 Juli 2017 | 11:49 WIB

Sementara itu, sebanyak 8-10 perusahaan masuk pipeline Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menggelar IPO saham pada semester II-2017. Sedangkan jumlah perusahaan yang sudah IPO saham hingga saat ini telah mencapai 19 emiten. PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) tercatat sebagai perusahaan ke-19 yang listing di BEI.

 

Sebelumnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MPBA), PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD), PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY), PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) dan PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) telah listing di BEI pada akhir Juni 2017.

 

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat mengatakan, BEI sudah memasukkan sekitar 8-10 perusahaan dalam pipeline untuk IPO saham pada semester II – 2017. Satu dari beberapa perusahaan tersebut adalah anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Jadi total perusahaan yang menggelar IPO saham tahun ini bisa mencapai 28 perusahaan,” katanya.

 

Terkait dual listing, Samsul menambahkan, pihaknya sedang menunggu regulasi untuk perusahaan asing yang mau mencatatkan saham di BEI. Peraturan tersebut sedang dibahas oleh Otoritas jasa Keuangan (OJK).

 

Secara umum, dual listing sudah dimungkinkan dengan menggunakan Indonesia depository receipt (IDR). Namun, mekanisme pencatatan langsungnya belum ada, karena perusahaan yang mau mencatatkan sahamnya di BEI harus berbadan hukum perseroan terbatas (PT).

 

Dia melanjutkan, sudah ada perusahaan asing yang berminat melepas sebagian saham anak usahanya di Indonesia melalui IPO saham.

 

Perusahaan itu merupakan perusahaan terbuka di Australia. “Itu perusahaan perdagangan, mereka sudah niat mau mencatatkan saham anak usahanya di Indonesia,” ujar Samsul. (bersambung)

 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/marketandcorporatenews/dana-ipo-ditaksir-tembus-rp-6208-triliun/162387

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA