Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Bank Mandiri Optimis Kinerja IHSG Terus Membaik

Selasa, 19 Agustus 2014 | 08:00 WIB
Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah

JAKARTA-Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Budi Gunadi Sadikin optimistis bahwa kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus membaik ke depannya.

"Setelah pemilu, IHSG umumnya membaik. Namun, kalau untuk industri perbankan tidak terasa efeknyba," ujar Budi Gunadi Sadikin kepada Antara di Jakarta, Senin.

Menurut dia, membaiknya indeks BEI itu karena kondisi perekonomian Indonesia saat ini lebih stabil jika dibandingkan pemilu tahun sebelumnya yang juga dibarengi krisis.

Ia menambahkan bahwa meski Indonesia sering dilanda krisis namun cepat mengalami pemulihan dan terus tumbuh sehingga volatilitas pasar tetap terjaga.

"Tidak ada negara yang krisisnya sesering seperti kita, kemudian kita bisa ’survive’," katanya.

Ia mengemukakan bahwa pada 2013 lalu, krisis di Indonesia terlihat dari pergerakan indeks BEI dan nilai tukar rupiah yang merosot. Namun, saat ini indeks BEI, nilai tukar rupiah, inflasi, dan kondisi perbankan cukup stabil.

Ia mengatakan bahwa meski kondisi perbankan Indonesia kondusif, namun masih perlu pengembangan untuk bersaing dengan bank asing dalam rangka menghadapi pasar bebas ASEAN.

Menurut dia, perbankan nasional perlu konsolidasi sehingga permodalan menjadi besar dan bisa melakukan ekspansi kredit dalam memenuhi kebutuhan perusahaan-perusahaan besar.

Selain itu, lanjut Budi Gunadi Sadikin, konsolidasi perbankan nasional juga dinilai sejalan dengan rencana integrasi perbankan ASEAN pada tahun 2020 mendatang.

Ia menilai bahwa Bank Mandiri Tbk yang merupakan bank dengan aset terbesar di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan bank negara tetangga seperti bank DBS Singapura dan bank CIMB dari Malaysia.

"Waktu kita tidak banyak hanya sampai tahun 2020, jadi jangan meributkan siapa akuisi siapa, dan berapa," ujarnya.(*/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN