Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). (Foto: Dok. Telkom)

Ilustrasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). (Foto: Dok. Telkom)

Ada Apa dengan Saham Telkom (TLKM)?

Jumat, 10 Juni 2022 | 07:25 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) pada perdagangan Kamis (9/6/2022) ditutup melemah 1,25% ke Rp 4.050 dengan market cap Rp 401,2 triliun. Dalam sepekan, saham TLKM turun 6%, dalam sebulan anjlok 12,3%.

Meskipun demikian, saham TLKM selama tahun berjalan (year to date/ytd) menguat 0,25 dan dalam setahun naik 15,7%.

Advertisement

Baca juga: Mengapa Saham Telkom (TLKM) Dilepas Asing?

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus menilai, fundamental Telkom sudah tak diragukan lagi. Apalagi bisnis datanya yang terus bertumbuh dan Telkom dipercaya akan mengalami perbaikan kinerja tahun ini.

Dia melanjutkan, bila dari sisi sahamnya, maka saham TLKM ini dari dulu punya volatilitas pergerakan harga yang cenderung tenang dan menjadi salah satu alternatif untuk buy and hold atau investasi jangka panjang.

“Sebetulnya kalau ditanya, mengapa harga sahamnya tidak seperti yang dibayangkan? Memang antara fundamental dengan harga saham, ya memang terkadang pergerakan harga saham tidak selalu menunjukkan kinerja fundamentalnya,” ungkap Nico kepada Investor Daily, Kamis (9/6/2022).

Selain itu, menurut dia, saham TLKM di tahun ini juga sudah hampir menyentuh di titik harga tertingginya di Rp 4.850 sehingga tren beberapa hari ini memang sudah waktunya untuk mengalami koreksi dahulu.

“Ada potensi nih Telkom mengalami kenaikan, tapi karena dia sudah menyentuh harga tertinggi dia akan membutuhkan sentimen tambahan untuk menggerakan sahamnya mengalami kenaikan kembali. Apakah akan terjadi dalam waktu dekat? Telkom kembali ke Rp 4.850, at least di akhir tahun menuju ke sana,” sebut Nico.

Sementara itu, Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya menilai, pergerakan harga saham TLKM ini memang tidak selalu mencerminkan kondisi fundamentalnya. Melainkan seringkali sentimen harapan investor yang menggerakkan.

“TLKM saat ini kurang perform karena investor mempertimbangan kemungkinan kenaikan suku bunga BI yang bisa menambah beban TLKM,” papar Cheryl.

Mitratel

Sementara itu, Nicodemus menilai, anak usaha TLKM, yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel, merupakan perusahaan yang bagus dengan didukung holding yang kuat.

“Kami perhatikan MTEL ini secara kapasitas menara tentu bukan sesuatu yang ecek-ecek, ini pemain yang besar. Tapi, secara bisnis masih kalah dengan TBIG (Tower Bersama),” papar Nico.

Menurut dia, MTEL punya valuasi yang bagus di masa yang akan datang. Pihaknya pun punya target harga MTEL di Rp 1.000.

Baca juga: Gurih nih, Cimory (CMRY) akan Bagikan Dividen Rp 500 Miliar

“Tapi ingat mesti diperhatikan bahwa terkait dengan MTEL. Saat ini harganya ada di Rp 710 masih berpotensi mengalami penurunan. Kami pikir Rp 1.000 itu untuk akhir tahun valuasi 12 bulan gitu ya. Kalau ditanya lebih baik mana MTEL atau TLKM? TLKM jauh lebih baik,” imbuh Nico.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN