Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi produk Hartadinata (Ist)

Ilustrasi produk Hartadinata (Ist)

Ada Pandemi Covid-19, Hartadinata Tetap Optimistis Raih Pendapatan Rp 4 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2020 | 17:09 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) tetap optimistis bisa mencapai target pendapatan Rp 4 triliun dan laba bersih Rp 170 miliar pada 2020, meski pada semester pertama 2020 membukukan penurunan laba.

Chief Executive Officer Hartadinata Abadi Sandra Sunanto mengatakan, untuk mencapai target pendapatan dan laba pada 2020, perseroan akan melakukan berbagai strategi. Strategi pertama adalah melalui pengembangan produk.

"Kami tidak membatasi produksi hanya pada perhiasan saja, namun juga pada logam mulia," jelas Sandra di Jakarta, Rabu (12/8)

Menurut Sandra, pada masa pandemi ini, masyarakat lebih tertarik untuk membeli logam mulia daripada perhiasan. Hal ini yang menyebabkan penjualan perhiasan sedikit menurun dan perseroan mulai melihat peluang dari penjualan logam mulia. Adapun logam mulia yang diminati masyarakat tersebut adalah dengan tingkat gramasi kecil, yakni 0,1-5 gram.

"Kami berharap penjualan logam mulia tahun ini bisa berkontribusi 25% terhadap pendapatan," lanjut dia.

Kemudian, selain menggenjot penjualan logam mulia, perseroan juga akan menambah jalur penjualan emas. Pada tahun ini, perseroan berencana menambah toko emas ACC hingga 65 toko. Pada September ini, perseroan akan menambah tujuh toko di wilayah Sawangan, Palembang, Bintaro, Sidoarjo, Surabaya dan wilayah lainnya.

Lebih lanjut, perseroan juga akan menggenjot penjualan melalui anak usaha. Saat ini, perseroan memiliki jaringan penjualan emas e-commerce Mas Duit. Jalur penjualan emas ini bekerjasama dengan anak usaha, PT Aurum Digital Nusantara.

Perseroan juga berencana mengembangkan usaha gadai emas melalui anak usaha, PT Gadai Cahaya Dana Abadi (GCDA). Pada 2019, GCDA sudah memiliki delapan unit pelayanan gadai emas. Pada akhir 2020 ini, perseroan sedang memproses izin untuk membuka unit di tiga provinsi, yaitu Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Guna membangun jaringan penjualan dan pelayanan gadai emas, perseroan sudah memiliki dana dari penerbitan surat utang. Pada 2019, perseroan menerbitkan medium term notes (MTN) mudharabah senilai Rp 250 miliar. Kemudian di tahun yang sama, perseroan juga menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2019 senilai Rp 600 miliar.

Pada 2020 ini, perseroan sudah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2019 senilai Rp 400 miliar. Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi itu digunakan untuk pembayaran pinjaman bank, pengembangan anak usaha dan modal kerja.

Sementara itu, pada semester I-2020, perseroan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 78,87 miliar, menurun dari Rp 86,37 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kendati laba menurun, namun perseroan masih membukukan peningkatan penjualan dari Rp 1,77 triliun pada semester I-2019 menjadi Rp 1,96 triliun pada semester I-2020.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN