Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Adhi Karya

Adhi Karya

Adhi Karya Kaji Ulang IPO Anak Usaha

Minggu, 7 Juni 2020 | 13:48 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id –  PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengkaji kembali rencana penawaran umum perdana (Initial Public Offering/ IPO) saham anak usahanya, seiring dengan pandemi Covid-19 yang berimbas terhadap volatilitas pergerakan harga saham. Awalnya IPO saham anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti (ACP) dan PT Adhi Persada Gedung (AGP), ditargetkan terealisasi tahun ini.

Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi mengatakan, perseroan akan terlebih dahulu mengamati kondisi pasar saham Indonesia hingga akhir tahun. Pasalnya pandemi Covid-19 juga berdampak volatilitas pasar saham. “Kami lihat dahulu sampai akhir tahun ini, kita lihat kondisi market nya. Kalau kondusif, kenapa tidak. Kalau tak kondusif, kita geser lagi ke tahun depan,” jelas Entus di Jakarta baru-baru ini.

Perseroan sebelumnya menargetkan perolehan dana IPO saham kedua anak usaha ini sekitar Rp 3-4 triliun. Sekitar Rp 2-2,5 triliun diharapkan berasal dari pelepasan sebesar 30-35% saham ACP dan sisanya berkisar Rp 1-1,5 triliun berasal dari divestasi saham AGP.

Selain itu, bulan ini perseroan akan mengkaji ulang beberapa target dan rencana perseroan dalam waktu ke depan akibat adanya pandemi Covid-19. “Kami berasumsi bahwa paska pemilu dan kemudian juga asumsi saat perencanaan, suasana dan kondisi ekonomi akan lebih kondusif. Tapi ternyata di luar dugaan terjadi pandemi. ini bukan hanya terjadi di indonesia, tapi di mana-mana, dan mempengaruhi kondisi perekonomian,” jelas Entus.

Adapun, hingga April 2020, perseroan mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp2,6 triliun yang realisasinya didominasi oleh pembangunan Rumah Sakit Khusus Covid-19 di Universitas Gadjah Mada (UGM). Berdasarkan kontribusi per lini bisnis, lini bisnis konstruksi dan energi mendominasi realisasi kontrak baru sebesar 91%, lini properti sebesar 8% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN