Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek Adhi Karya. Foto: B1photo/Danung

Proyek Adhi Karya. Foto: B1photo/Danung

Adhi Karya Siap Eksekusi Proyek LRT Tahap 2 Senilai Rp 12 Triliun

Thereis Love Kalla, Senin, 11 November 2019 | 17:09 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Adhi Karya Persero Tbk (ADHI) menyatakan kesiapannya untuk mengeksekusi proyek Light Rapid Transit (LRT) tahap kedua lintas Cibubur – Bogor sepanjang 25 kilometer (km). Investasi untuk proyek tersebut diperkirakan sebesar Rp 12 Triliun.

“Tahap dua dalam proses desain, tinggal tunggu instruksi pemerintah, kami siap jalan,” kata Direktur Utama Budi Harto usai peresmian pengecoran jembatan di Jalan Gatot Subroto Jakarta, Senin (11/11).

Budi Harto menambahkan, proyek yang akan melintas sepanjang 25 km tersebut akan membutuhkan dana sekitar Rp 12 triliun, namun hingga saat ini dana yang baru cair sekitar Rp 8 triliun.

Dia menambahkan, proses pengerjaan LRT tahap dua akan memakan waktu selama tiga tahun. “Tiga tahun selesai,” pungkas Budi Harto.

Dari sisi pembiayaan, skema pembayaran proyek lanjutan LRT tersebut tidak melalui skema turnkey, namun menggunakan skema pembayaran langsung dari KAI. Kendati demikian, Adhi Karya tidak menutup kemungkinan skema pembayaran yang lain.

“Bisa variasi, bisa lewat APBN, atau skema lainnya, nanti akan ditentukan oleh pemerintah,” ungkap Budi.

Lebih lanjut Budi menjelaskan progres LRT Jabodebek per 1 November 2019 mencapai 67,3%. Adapun rinciannya, untuk Cawang-Cibubur 86,2%, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 58,3% dan Cawang-Bekasi Timur 60,5%.

Dalam kesempatan yang sama perseroan melakukan pengecoran terakhir dari Jembatan Lengkung Bentang Panjang Kuningan proyek LRT yang terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi.

Prosesi ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

"Pengecoran terakhir untuk Jembatan Lengkung Bentang Panjang Kuningan proyek LRT telah selesai dilakukan. Kami berharap proses selanjutnya bisa berjalan dengan lancar, sehingga LRT ini bisa mulai beroperasi pada Juni 2021," kata Budi Harto

Rampung 2021

Dari kiri ke kanan, Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk (Persero) (ADHI) Budi Harto, Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat pengecoran terakhir Jembatan Lengkung Bentang Panjang Kuningan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, Senin (11/11/2019).  Foto: Investor Daily/David Gita Rosa
Dari kiri ke kanan, Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk (Persero) (ADHI) Budi Harto, Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat pengecoran terakhir Jembatan Lengkung Bentang Panjang Kuningan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, Senin (11/11/2019). Foto: Investor Daily/David Gita Rosa

Disisi lain, Menteri Perhubungan Budi Karya menargetkan proyek ini akan selesai dalam waktu 1,5 tahun atau pada 2021. Budi menambahkan, apabila proyek ini berhasil diselesaikan di Jakarta, maka akan diikuti oleh proyek serupa di Surabaya, Makassar, Bandung, dan Medan.

Sementara itu,  Luhut menargetkan LRT Jabodebek akan mulai beroperasi seluruhnya pada Juni 2021. Luhut menyebut saat ini uji coba tengah dilakukan di lintas Cawang-Cibubur menggunakan kereta produksi PT INKA (Persero).

"Diperkirakan uji coba (berlangsung) enam atau tujuh bulan ke depan," kata Luhut

"Kami berharap ada satu inovasi untuk mengakomodasi pembangunan LRT dari segi efisiensi harga. Karena kalau kita bangun di kota-kota lain dengan harga yang kompetitif, pasti memberikan solusi transportasi bagi kota-kota lain," tutur Budi.

Adapun spesifikasi jembatan lengkung Bentang Panjang Kuningan proyek LRT terdiri dari tipe Box Girder Beton dengan radius lengkung 115 meter, panjang bentang utama 148 meter, dan beban pengujian pondasi 4.400 ton. Jembatan lengkung tersebut dirancang oleh arsitektur Arvila Delitriana.

“Jadi besi betonnya, yang digunakan itu, kira-kira dua kali berat pesawat Boeing 330, kalau betonnya sampai 6 kali, sementara strength kabel yang digunakan, kalau di perpanjangkan itu bisa mencapai Jakarta sampai Bandung,” tandas Budi.

 ADHI juga berhasil mencatatkan dua rekor Museum Rekor Indonesia (Muri). Pertama Rekor Jembatan Kereta Box Beton Lengkung dengan bentang terpanjang dan radius terkecil di Indonesia. Kedua Rekor Pengujian Axial Statistic Loading Test pada pondasi bored pile dengan beban terbesar di Indonesia. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA