Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Adhi Karya. Foto: IST

Adhi Karya. Foto: IST

Adhi Karya Siapkan Strategi Bidik Pendapatan Rp 22,7 Triliun

Minggu, 3 Mei 2020 | 11:29 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id –  PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menerapkan beberapa strategi untuk menopang pertumbuhan kinerja keuangan di tengah pandemi Covid-19. Beberapa strategi tersebut disesuaikan dengan skenario penanganan yang mempertimbangkan kondisi keuangan dan operasional perseroan.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Parwanto Noegroho mengatakan, progres pengelolaan keuangan akan dilakukan secara konservatif dengan mempertimbangkan kondisi keuangan perseroan. Sedangkan, kegiatan konstruksi di lapangan tetap berjalan dengan mengikuti ketentuan penanggulangan Covid-19 yang telah ditetapkan.

“Investasi untuk proyek konstruksi disesuaikan dengan kondisi skenario penanganan Covid-19. Selain itu, perseroan mengajukan perpanjangan kepada perbankan atas cash loan dan non cash loan yang jatuh tempo pada periode Covid-19,” jelas Parwanto kepada Investor Daily akhir di Jakarta, pekan lalu.

Parwanto menjelaskan, Adhi Karya menargetkan pendapatan sebesar Rp 22,7 triliun dengan raihan laba bersih sebesar Rp 704 miliar tahun ini. Hingga kuartal I 2020, perseroan telah membukukan pendapatan sebesar Rp 3,06 triliun, naik 31,89% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 2,32 triliun. Laba bersih tercatat sebesar Rp 14,55 miliar, turun 80,73% dari pencapaian periode sama tahun lalu Rp 75,54 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, total pendapatan perseroan ditopang oleh pendapatan dari jasa konstruksi dengan kontribusi sebesar Rp 2,48 triliun, naik 37,01% dari sebelumnya sebesar Rp 1,81 triliun. Pendapatan dari konsultasi manajemen dan rekayasa industri (engineering procurement and construction/EPC) tercatat Rp 93,40 miliar, yaitu terkoreksi 21,90% dari pendapatan EPC sebelumnya sebesar Rp 119,60 miliar.

Pendapatan perseroan juga berasal dari bisnis properti dengan sumbangan sebesar Rp 322 miliar atau naik 9,39% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 294,41 miliar. Pendapatan investasi infrastruktur naik 63,97% menjadi Rp 164,83 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 100,52 miliar.

Sementara itu, beban pokok pendapatan perseroan meningkat 31,84% menjadi Rp 2,65 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 2,01 triliun pada periode kuartal I 2019. Sehingga memicu laba bruto perseroan menjadi Rp 413,75 miliar naik 30,09% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 318,04 miliar.

Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp 36,57 triliun meningkat 0,16% dibanding total aset kuartal I 2019 sebesar Rp 36,51 triliun. Total aset terdiri atas, aset lancar sebesar Rp 30,41 triliun dan aset tak lancar sebesar Rp 6,16 triliun.

Parwanto menambahkan, beberapa rencana aksi korporasi seperti penerbitan obligasi dan proses IPO anak perusahaan tengah berjalan namun tetap memperhatikan kondisi ekonomi dan capital market saat ini. “Antisipasinya dengan beberapa skenario waktu, sedang proses dikaji,” pungkasnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN