Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan LRT di depan Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Senin (14/6/2021). Proyek LRT sudah 100% ditangani Indonesia. Keretanya diproduksi oleh PT INKA, pembangunan konstruksinya oleh PT Adhi Karya, dan pengoperasiannya oleh PT KAI. LRT akan mengintegrasikan transportasi massal di Jabodebek, dengan MRT, KRL, kereta bandara maupun bus Transjakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/Emral Firdiansyah

Pembangunan LRT di depan Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Senin (14/6/2021). Proyek LRT sudah 100% ditangani Indonesia. Keretanya diproduksi oleh PT INKA, pembangunan konstruksinya oleh PT Adhi Karya, dan pengoperasiannya oleh PT KAI. LRT akan mengintegrasikan transportasi massal di Jabodebek, dengan MRT, KRL, kereta bandara maupun bus Transjakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/Emral Firdiansyah

ADHI Tawarkan Obligasi Rp 673 M, 60% untuk Belanja Modal

Selasa, 13 Juli 2021 | 13:08 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - PT Adhi Karya Tbk. (ADHI) menawarkan Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap II Tahun 2021dengan jumlah pokok sebesar Rp 673 miliar. Sekitar 60% bakal digunakan untuk belanja modal.

Dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (12/7), Obligasi Berkelanjutan III ini ditawarkan dalam dua seri yaitu seri A sebesar Rp 200 miliar dengan tingkat bunga sebesar 7,50% yang berjangka waktu 370 hari kalender, dan Seri B sebesar Rp 473,5 miliar dengan tingkat bunga 9,55% per tahun yang berjangka waktu tiga tahun sejak tanggal emisi.

Adapun bunga obligasi yang dibayarkan setiap triwulan adalah bunga obligasi pertama tepatnya pada 29 Oktober 2021. Sedangkan bunga obligasi terakhir sekaligus pelunasan dibayarkan pada 29 Agustus 2022 untuk obligasi Seri A dan 29 Juli untuk obligasi Seri B.

Dana yang diperoleh dari penawaran umum obligasi (PUB) tersebut, sekitar 60% akan digunakan perseroan untuk belanja modal berupa aset tetap (alat proyek dan pabrik) dan penyertaan proyek investasi infrastruktur. Kemudian sekitar 16% untuk refinancing, dan 24% untuk modal kerja proyek infrastruktur.

Dalam penawaran umum berkelanjutan (PUB) ini, ADHI menargetkan dana terkumpul senilai Rp 5 triliun. Di mana sebelumnya, pada penawaran obligasi berkelanjutan III tahap I tahun 2021 emiten konstruksi pelat merah tersebut telah menerbitkan obligasi sebesar Rp 289 miliar.

Pada penerbitan obligasi tahap II tahun 2021 ini, perseroan juga telah menyetujui 5 sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan penjami emjsi obligasi seperti PT Bahana Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Sucor Sekuritas. Hal ini mengacu pada persyaratan dan ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi.

Seperti diketahui, 2021 merupakan tahun yang menantang bagi ADHI karena terdapat beberapa hal seperti proyek investasi baru, disrupsi global, dan tentu pandemi Covid-19 yang berdampak pada kinerja perseroan.

"Ke depan, prospek usaha ADHI akan didominasi berbagai proyek investasi dan proyek-proyek turnkey. Sehingga ADHI akan lebih aktif dalam memilih proyek-proyek investasi tersebut," tulis manajemen dalam prospektus, Senin (12/7).

Di samping itu, ADHI juga akan tetap memfokuskan untuk mengembangkan konsep Transit Oriented Development (TOD) dengan membangun hunian di sekitar stasiun LRT untuk memudahkan konektivitas masyarakat.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN