Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK CIMB NIAGA

Adrian Panggabean: Rupiah akan Ada di Kisaran 14.080-14.130

Gora Kunjana, Selasa, 17 September 2019 | 09:48 WIB

JAKARTA, investor.id- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak melemah 55 poin atau 0,39% menjadi Rp14.097 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.042 per dolar AS.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean, dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV, Selasa (17/9/2019) mengatakan, dengan adanya beberapa insiden kemarin seperti serangan ladang minyak dan beberapa kejadian yang ada hari ini, rupiah bisa melemah.

“Saya perkirakan range rupiah pada hari ini ada di level  14.080- 14.130,” katanya saat ditemui di Dealing Room CIMB Niaga.

Adrian mengatakan bahwa rupiah hingga pukul 10.00 akan stabil di level pembukaan. Mungkin setelah jam 10.00 seiring adanya perkembangan baru, adanya lelang obligasi syariah hari ini, kemungkinan situasi akan berubah.

Rupiah. Foto: IST
Rupiah. Foto: IST

“Mungkin rupiah akan berada di level 14.080 sampai 14.100 kemudian sentimen akan menge-drive market  pada range antara 14.080 sampai 14.130,” tandasnya.

Lebih jaub Adrian mengatakan, saat ini rupiah masih akan dipengaruhi oleh sentimen soal minyak. Yang kedua, sentimen pertemuan FOMC Kamis ini.

“Market berpikir FOMC akan memotong suku bunga US, tetapi dengan melihat kondisi di Amerika Serikat, market mungkin berpikiran lebih baik (dipangkas) 50 basis poin. Namun rasanya nggak mungkin,” ujarnya.

Jadi apa yang ditunggu pasar pada hari Kamis, lanjut dia, adalah penurunan suku bunga Fed Fund rate, yang kedua adalah sinyal-sinyal the Fed bahwa mereka akan dovish atau tidak.

Berikutnya pasar juga menanti keputusan Bank Indonesia pada hari Kamis nanti terkait suku bunga 7Day Reverse Repo Rate.

“Berikutnya terkait dengan efek yang telah terjadi saat Tiongkok minggu lalu memotong reserve requirement-nya, kemudian European Central Bank (ECB) sudah melakukan quantitative easing juga ditambah dengan pemotongan suku bunga. Ini masih dikalibrasi oleh market. Jadi sekarang market masih wait and see sampai dengan hari Kamis. Saya rasa Kamis sore market mulai akan bergerak,” katanya.   

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN