Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK CIMB NIAGA

Adrian Panggabean: Rupiah akan Bergerak di Level 14.165 -14.185

Selasa, 8 Oktober 2019 | 10:03 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi (8/10/2019) stagnan  atau sama dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.163 per dolar AS.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean, dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV, Selasa (8/10/2019) mengatakan, rupiah hari ini kelihatan agak terbuka sedikit melemah. Namun ia memperkirakan rupiah akan berada pada range bound.

Foto ilustrasi uang rupiah/David Gitaroza/Investor Daily
Foto ilustrasi uang rupiah/David Gitaroza/Investor Daily

Menurut dia, ada dua faktor yang mempengaruhi rupiah hari ini. Dari sudut pandang inflow, kemungkinan aka nada animo sedikit dari bond market atau pasar obligasi karena hari ini akan ada lelang conventional bonds.   

“Dan, conventional bonds yang akan dilelang hari ini sifatnya non benchmark. Jadi kemungkinan ada animo dari offshore. Walaupun jumlahnya juga tidak spektakuler mungkin sekitar 25-30 triliun,” katanya.

Yang kedua, lanjut Adrian, pergerakan di pasar saham kelihatannya masih akan berlanjut karena dinamika di pasar saham agak berbeda dengan dinamika di bond market. Orang lari dari risky asset masuk ke risk free asset.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

“Kelihatannya pelemahan di pasar saham masih akan berlanjut, selain juga karena pelemahan ekonomi mulai masuk kepada mulai turunnya potensi dari earning per share di pasar saham. Sehingga inflow di pasar bonds dan potensi continue outflow di pasar saham  masih akan menyebabkan rupiah berfluktuasi pada range bounds di 14.165-14.185,” katanya.

Lebih lanjut Adrian menambahkan, dari sudut pandang investor luar ada keinginan untuk masih mencari yield. Prospek akan turunnya suku bunga Amerika Serikat pada Oktober ke arah 125 basis poin lagi kemungkinan akan menyebabkan offshore itu mencoba mencari yield yang lebih tinggi yang hanya ada Indonesia dan India.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN