Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Adrian Panggabean, Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk. Sumber: BSTV

Adrian Panggabean, Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM CIMB NIAGA

Adrian Panggabean: Rupiah akan Bergerak di Range 14.020-14.050

Gora Kunjana, Selasa, 29 Oktober 2019 | 10:06 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Selasa pagi bergerak melemah 4 poin atau 0,03% menjadi Rp14.032 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.028 per dolar AS.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean, dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV, Selasa (29/10/2019) mengatakan, hari ini atau pekan ini tidak banyak event yang akan mempengaruhi pergerakan   rupiah.

“Kelihatannya hari ini dan minggu ini tidak banyak event juga tidak banyak pergerakan dalam major currencies dan real currencies karena itu rupiah hanya akan bergerak di range 14.020-14.050 hari ini,” katanya.

Petugas menghitung tumpukan mata uang di cash center Bank Mandiri, Jakarta, belum lama ini.  Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA
Petugas menghitung tumpukan mata uang di cash center Bank Mandiri, Jakarta, belum lama ini. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Menurut Adrian, pekan ini pasar menunggu keputusan The Fed. Masyarakat sudah ekspek bahwa The Fed akan memotong suku bunganya 25 basis poin pada pertemuan mereka pekan ini.

“Yang masih dinantikan itu adalah bahasa guidance ke depannya apakah akan netral apakah akan lebih dovish. Hanya itu saja yang jadi concern. Apakah akan dipotong,100% sudah diekspektasi. Hanya itu yang ditunggu. Selebihnya dilihat dari sudut pandang trade war, Brexit, lain-lainnya gak ada yang baru. Sehingga pergerakan currency pada minggu ini stagnan,” katanya.  

Sementara dari sisi domestik, Adrian menilai, pelaku pasar menunggu beleid-beleid ekonomi yang baru atau terobosan. Namun pasar tidak ekspek hal itu terjadi pada minggu ini. Mungkin sampai akhir bulan ini.

Market baru akan ekspektasi pada bulan Desember. Karena 2 minggu setelah itu dirasakan honeymoon period sudah cukup. Pasar menanti gebrakan-gebrakan atau terobosan baru. Dari situ akan dilihat apakah terobosan itu cukup exciting membuat market dinamis atau terobosan itu bukan hal baru sehingga market hanya bergerak sideways,” ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA