Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK CIMB NIAGA

Adrian: Rupiah akan Bergerak di 13.660-13.710

Gora Kunjana, Selasa, 11 Februari 2020 | 09:49 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi menguat 28 poin atau 0,2% menjadi Rp13.684 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.712 per dolar AS.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean, dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV, di Program IDXOpening Bell, Selasa (11/2/2020) mengatakan, rupiah dibuka menguat pagi ini namun hanya beberapa saat setelah dibuka bid offer di market mendadak sepi.  

“Karena itu pergerakan rupiah hari ini diperkirakan hanya pada range 13.660-13.710, mungkin pada range itu rupiah akan bergerak karena kombinasi demand dan supply di spot market dan DNDF,” katanya.

Uang Rupiah di sebuah bank. Foto ilustrasi: IST
Uang Rupiah di sebuah bank. Foto ilustrasi: IST

Ditemui di Dealing Room CIMB Niaga, Adrian mengatakan sepinya pasar pagi ini dikarenakan wait and see setelah minggu lalu ramai karena ada sell off besar-besaran di pasar obligasi.

“Minggu lalu menarik karena dari Rp 22-23 triliun net inflow yang terjadi year to date, lalu habis karena sell off di market itu yang membuat rupiah minggu lalu tertekan cukup banyak,” katanya. 

Adrian mengatakan, minggu ini kelihatannya pasar masih wait and see, namun faktor yang mempengaruhi masih tetap sama adalah virus korona, fly to quality, fly to safety sehingga orang diversifikasi  besar di pasar baik di equity market ke bond market.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

“Yang kedua isu pelambatan ekonomi sudah semakin riil. Ini bukan wacana karena usdh terjadi di Tiongkok, sales turun banyak sekali penundaan events, jumlah penerbangan jatuh, public transportation sepi. Itu menyebabkan pertumbuhan ekonomi Tiongkok pasti akan turun pada kuartal pertama dan itu akan menyebabkan seluruh pertumbuhan ekonomi 2020 akan turun yang menyebabkan bukan hanya pertumbuhan ekonomi global yang terkena tapi juga ekonomi Indonesia, dan itu sudah di-price in oleh market,” paparnya.

Dengan kondisi itu semua, Adrian memperkirakan pergerakan rupiah sampai dengan akhir pekan ini akan stagnan pada level 13.650 sampai 13.750. “Saya rasa rupiah akan berada di range seperti itu,” katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN