Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK CIMB NIAGA

Adrian: Rupiah akan Bergerak di 14.075-14.090

Gora Kunjana, Selasa, 26 November 2019 | 10:21 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Selasa pagi (26/11/2019) bergerak menguat 8 poin atau 0,06% menjadi Rp14.078 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.086 per dolar AS.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean, dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV, di Program IDXOpening Bell, Selasa (26/11/2019) mengatakan, rupiah hari ini akan banyak didorong oleh sentimen global terutama terkait kemungkinan adanya kesepakatan dagang AS-Tiongkok fase pertama.

Hal ini, kata Adrian, bisa menimbulkan sentimen positif bagi rupiah. “Saya perkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran 14.075-14.090. Karena kelihatannya ada keinginan dari pihak Tiongkok maupun AS untuk mencapai semacam kesepakatan, semacam karena bahasanya belum terlampau clear,” katanya saat ditemui di Dealing Room Bank CIMB Niaga.

Petugas BI menunjukkan uang rupiah yang baru, dalam peluncuran uang rupiah kertas dan logam tahun emisi 2016 di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, 19 Desember 2016. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo Joanito De Saojoao
Petugas BI menunjukkan uang rupiah yang baru, dalam peluncuran uang rupiah kertas dan logam tahun emisi 2016 di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, 19 Desember 2016. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo Joanito De Saojoao

Menurut Adrian, market melihat timeline terjadinya kesepakatan itu Desember, walaupun hingga saat ini belum ada kejelasan.  Sinyal-sinyal ini, jelas dia, disikapi dengan sentimen baik meski hal itu belum tentu terjadi. “Sebab ini sudah 4 atau 5 kali terjadi on and off seperti ini,” ucapnya.

Adrian menambahkan bahwa sentimen seperti ini atau fluktuasi semacam itu masih akan terus terjadi sampai akhir tahun, hingga benar-benar terjadi kesepakatan pada bulan Desember nanti. 

“Tapi ini bukan berarti volatility yang besar, karena tidak banyak sentimen yang lain ynag muncul di market saat ini sampai akhir Desember.  Karena practically semua sudah price in, masalah penurunan suku bunga di the Fed, penurunan suku bunga di Bank Indonesia, juga dinamika ekonomi. Hanya tinggal satu isu (AS-Tiongkok) ini saja,” katanya.

Hal tersebut, lanjut Adrian, akan menbuat rupiah bergerak di kisaran 14.060-14.095 hingga akhir tahun.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Lebih jauh Adrian Panggabean memaparkan bahwa dalam sebulan terakhir ini rupiah cenderung bergerak karena beberapa faktor saja. Pertama adalah dinamika di conventional bond auction. Pada saat conventional bond auction ini biasanya di market itu offshore investor masuk. Kedua terkait dengan sentimen, dan sentimen ini munculnya lebih banyak dari faktor trade war. Dan yang ketiga  yaitu karena ekspektasi penurunan suku bunga di di AS (the Fed) dan di Bank Indonesia.

“Tapi yang ketiga dan yang pertama practically sudah selesai. Jadi hingga akhir Desember hanya faktor trade war aja, sehingga gak banyak pergerakan yang akan muncul di currency market. Kecuali yang terjadi di regional currencies,” katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA