Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM CIMB NIAGA

Adrian: Rupiah Akhir Tahun Bisa di Bawah 14.000

Gora Kunjana, Selasa, 10 Desember 2019 | 10:35 WIB

JAKARTA, investor.id -  Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi (10/12/2019) menguat mendekati level Rp14.000 per dolar AS.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean, dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV, di Program IDXOpening Bell, Selasa (10/12/2019) mengatakan, perdagangan rupiah kemarin cukup menarik karena rupiah terdorong ke arah 14.000.

“Sebetulnya tidak ada flow, global currencies sudah tidak banyak berubah bahkan sejak kemarin dollar index sedikit naik, yen dan yuan tidak berubah, lalu PER antara USD dan SGD more or less the same,” katanya.

Menurut Adrian, saat ditemui di Dealing Room Bank CIMB Niaga, kelihatannya pergerakan rupiah ini lebih banyak didorong oleh faktor domestik. Ia menilai hari ini akan terjadi pola yang sama.

Uang Rupiah di sebuah bank. Foto ilustrasi: IST
Uang Rupiah di sebuah bank. Foto ilustrasi: IST

“Tidak ada perubahan di dalam konfigurasi di dalam major currencies di dunia. Dolar index juga kurang lebih sama. Tapi memang kelihatannya dengan formarket didorong ke arah di bawah 14.000 mulai muncul ekspektasi bahwa rupiah bisa di bawah 14.000 menjelang akhir tahun,” katanya.

Pergerakan rupiah selama satu tahun ini, jelas Adrian, banyak didorong oleh berbagai macam sentimen tetapi yang paling penting pergerakan rupiah banyak dibantu oleh DNDF yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia pada semester kedua 2019.

“Instrumen ini digabungkan dengan instrument lain yang sejak 2016 diluncurkan antara lain underlying, JISDOR, kebutuhan untuk hedging dan sebagainya. Itu memang membantu stabilitas rupiah,” katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA